Apakah detikers pernah tiba-tiba sakit kepala karena melahap es krim dengan cepat? Biasanya kejadian ini disebut 'brain freeze' (otak membeku).
Rasa sakitnya bisa dideksripsikan seperti rasa sakit yang tiba-tiba muncul di bagian atas wajah dan dahi ketika memakan es krim terlalu cepat. Apa sebabnya ya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu 'Brain Freeze'?
Pendinginan mendadak pada langit-langit mulut merupakan pemicu sakit kepala saat makan sesuatu yang dingin seperti es krim. Secara ilmiah fenomena ini disebut sebagai sphenopalatine ganglioneuralgia atau ice cream headache.
Serangan dingin menyebabkan pembuluh darah di dekat langit-langit mulut menyempit dan kemudian melebar, refleks perlindungan saat otak mencoba mempertahankan suhu idealnya yang 98,6°F atau 37°C.
"Tubuh Anda selalu ingin menjaga otak Anda tetap hangat," kata asisten profesor di Virginia Tech Carilion School of Medicine, Dr Kristofer Rau, kepada Popular Science, dikutip Jumat (3/4/2026).
Sebagai respons terhadap dingin, pembuluh darah di langit-langit mulut mengecil. Otak merespons penyusutan tersebut dengan membuat jantung memompa lebih cepat, mendorong darah ke kepala untuk menghangatkan area tersebut dengan cepat dengan aliran darah yang lebih banyak, dan menyebabkan pembuluh darah melebar kembali.
"Fluktuasi antara penyempitan dan pelebaran itu ditangkap oleh neuron sensorik Anda yang membungkus semua pembuluh darah di langit-langit mulut Anda," kata Rau.
"Sinyal itu dideteksi sebagai rasa sakit, dan sensasi rasa sakit itu dikirim ke otak Anda," imbuhnya.
Mengapa Rasanya Sakit?
Sensasi rasa sakit yang disebut 'brain freeze', adalah hasil kerja saraf trigeminal. Saraf trigeminal menyebar seperti cabang pohon di seluruh wajah dan kepala, dengan salah satu cabang utamanya memanjang hingga ke area dahi.
Nyeri akibat 'brain freeze' itu tidak terfokus pada langit-langit mulut. Ada alasan mengapa nyeri tersebut muncul di bagian atas wajah dan dahi.
Cabang-cabang saraf trigeminal berkumpul dalam satu kelompok tunggal. Rau menjelaskan, karena itu, otak menjadi sedikit bingung dan mengaitkan pemusatan tersebut dengan rasa sakit di bagian atas kepala.
Dengan kata lain, terjadi kesalahan komunikasi dan otak mengirimkan sinyal nyeri sedikit di atas area yang terkena. Oleh sebab itu, terjadilah sakit kepala. Fenomena ini disebut nyeri alih (referred pain).
Saraf trigeminal juga bertanggung jawab atas sakit kepala migrain, itulah sebabnya 'brain freeze' bisa terasa seperti migrain selama 30 detik.
Menurut para ahli, orang yang mengalami migrain lebih rentan terhadap 'brain freeze' karena sensitivitas saraf trigeminal yang sama. Meskipun sensasinya mengejutkan dan sedikit menyakitkan, sensasi ini tidak akan menyebabkan bahaya yang nyata.
Menurut Rau, 'brain freeze' hanya berlangsung 30 hingga 60 detik. Maka hal ini bisa dianggap sebagai cara otak untuk mengerem kecepatan makan es krim agar organ terpenting ini tetap pada suhu yang aman.
Disarankan, jika ingin mengonsumsi makanan dingin, makanlah dengan cara perlahan. Mengonsumsi makanan yang sangat dingin secara perlahan dan dalam gigitan yang lebih kecil memungkinkan mulut untuk menghangatkan makanan dingin tersebut saat memakannya, sehingga menghindari serangan dingin yang mengenai langit-langit mulut .
Namun, jika ternyata masih mengalami 'brain freeze', ada cara untuk menghentikannya. Rau mengatakan triknya adalah dengan menghangatkan langit-langit mulut, area yang memicu respons refleks tersebut sejak awal.
"Anda bisa minum sesuatu yang hangat," katanya.
"Atau Anda bisa menekan lidah Anda ke langit-langit mulut," imbuhnya.
(nah/twu)











































