Bandingkan dengan Palestina, JK Sebut Teknologi Iran Kuat dari Universitas

ADVERTISEMENT

Bandingkan dengan Palestina, JK Sebut Teknologi Iran Kuat dari Universitas

Rachma Indira - detikEdu
Rabu, 08 Apr 2026 08:30 WIB
JK saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di UI (Rachma/BeritaKlik)
JK bandingkan Iran dan Palestina dalam konflik melawan Israel-AS. Foto: (Rachma/BeritaKlik)
Jakarta -

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) bandingkan kekuatan Palestina dan Iran dalam menghadapi perang melawan Israel-Amerika Serikat (AS). Menurutnya, satu alasan kuat mengapa Iran bisa bertahan, adalah karena mereka mandiri secara teknologi.

Dibanding Iran, Palestina tidak memiliki teknologi yang mumpuni ketika melawan agresi Israel. Di sisi lain, Iran punya teknologi kuat yang dirancang oleh para ahli di universitas.

"Kenapa Palestina kalah? Karena teknologinya tidak ada. Kenapa Iran bertahan? Karena teknologi dia kuat. Di bawah gunung dia bikin terowongan, dia bikin (senjata). Di mana (asal) ahlinya? Dari universitas," tuturnya dikutip dari detikNews, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Keturunan Bangsa Persia

Kekuatan Iran di masa kini tak lepas dari sejarah nenek moyang mereka. JK menyebut, Iran berkaitan dengan bangsa Persia.

Sejak abad ke-7 dan ke-8, bangsa Persia telah melahirkan banyak ahli-ahli ilmu sains dan teknologi. Oleh karena itulah, wajar bila Persia disebut sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia.

ADVERTISEMENT

" Ahli matematika Al-Khwarizmi orang Persia, ahli kedokteran Ibnu Sina dari Persia, ahli astronomi juga Persia. Jadi memang Persia mempunyai spirit ilmu pengetahuan," jelasnya.

Selain di bidang pengetahuan, bangsa Iran juga punya mentalitas yang tak terkalahkan. Negara yang tidak pernah dijajah itu, punya catatan sejarah yang berbeda dengan negara-negara Arab lainnya.

AS Mulai Perang untuk Beli Senjata

Terkait rival Iran, yakni AS, JK menilai negara tersebut kerap memulai perang hanya sebagai gertakan terhadap negara-negara lain, khususnya Timur Tengah. Setelah Perang Dunia Kedua, AS diketahui tidak pernah menang perang.

Gertakan yang dilakukan AS pada negara Timur Tengah bertujuan untuk membeli senjata mereka. Hal ini juga telah disadari Iran, di mana AS lebih banyak menggunakan pengaruh ekonomi dan diplomasi senjata dibanding serangan langsung.

Kondisi inilah yang disebut JK membuat Iran tak gentar menghadapi tekanan AS. Terlebih kini, menurutnya negara yang menguasai teknologi, ia akan menjadi pemenang dalam konflik dan Iran sulit dikalahkan karena unggul dalam hal itu.

"Seluruh negara Arab baru sadar bahwa Amerika itu hanya gertak saja supaya bisa bantu macam-macam, akhirnya beli senjata sekian miliar dolar. Karena itu, kalau Anda belajar hubungan internasional, Anda harus tahu sejarah," pungkasnya.




(det/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads