Manusia sudah mengeksplorasi luar angkasa sampai ke Bulan. Namun, ilmuwan mengungkapkan bahwa di laut dalam, manusia baru menjelajahi 0,001 persen, atau 99,9 persen belum diketahui. Kenapa ya?
Alasan sederhananya, luar angkasa, termasuk Bulan, bisa dipetakan dengan alat canggih seperti teleskop. Sementara dasar laut tertutup samudra yang dalam dan sangat luas hingga menutupi dua pertiga Bumi atau lebih besar 10 kali lipat dibandingkan dengan Bulan.
Dilansir dari BBC Science Focus, area dasar laut sangat luas, yakni mencapai lebih dari 335 juta kilometer persegi. Untuk melakukan penjelajahan semuanya, sangat sulit karena luasnya lautan juga kedalamannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski dengan teknologi baru sekalipun, ilmuwan baru berhasil menjelajahi sebagian kecil dari dasar laut terdalam yang misterius.
Misteri Laut Dalam
Belum lama ini, tim ilmuwan menyusun Global Dive Dataset yang mencatat sekitar 44.000 penyelaman ke dasar laut terdalam. Penyelaman ini dilakukan dengan kapal selam, robot jarak jauh (ROV), dan robot otonom yang bisa bergerak sendiri.
Meski jumlahnya banyak, sebagian besar dasar laut tetap tak tersentuh. Area yang berhasil difilmkan atau difoto hanya kurang dari 0,001 persen dari seluruh dasar laut, setara dengan luas negara bagian Rhode Island di Amerika Serikat.
Jika dibandingkan dengan daratan, pengetahuan kita tentang ekosistem darat hanya setara dengan wilayah seukuran Greater London (London Raya) sekitar 1.572 km persegi. Wilayah tersebut lebih sempit dibandingkan dengan luas Kabupaten Karawang di Jawa Barat.
Penyelaman juga cenderung terkonsentrasi di lokasi tertentu. Sekitar 65 persen berada dalam 200 mil laut dari Amerika Serikat, Jepang, atau Selandia Baru, dan hampir semua pengamatan, sekitar 97 persen, berasal dari lima negara, yaitu AS, Jepang, Selandia Baru, Prancis, dan Jerman.
Selain itu, eksplorasi laut masih terbatas pada fokus tertentu. Para peneliti lebih banyak meneliti tebing dan ngarai laut dalam, sementara dataran abyssal yang luas hampir tak tersentuh. Kedalaman penyelaman pun makin dangkal dari waktu ke waktu.
Pada 1960-an, lebih dari setengah penyelaman menembus kedalaman lebih dari 2 km. Pada 2010-an, hanya seperempat yang mencapai kedalaman itu, padahal 75 persen samudra berada di kisaran 2 hingga 6 km di bawah permukaan.
Peta Laut
Fakta ini menunjukkan bahwa sebagian besar dasar laut masih tersembunyi. Kebanyakan negara belum terlibat dalam eksplorasi laut dalam, sehingga wilayah-wilayah besar tetap belum terlihat dan belum dipahami.
Saat ini, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi hal ini dengan membuat alat eksplorasi lebih terjangkau dan mendorong penyelaman ke lokasi-lokasi yang kurang dikenal. Pendekatan baru ini memungkinkan ilmuwan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang dasar laut di seluruh dunia.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.
(faz/faz)











































