Program magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, MagangHub batch III tahun 2025 hampir berakhir. Program pemagangan nasional batch terakhir 2025 ini akan rampung 15 Juni mendatang.
Pada tahun sebelumnya, ada 102.696 peserta yang lulus seleksi. Namun, Kemnaker telah mengusulkan kuota baru untuk tahun ini. Menaker Yassierli menyebut kuota magang 2026 diusulkan meningkat menjadi 150.000.
"Kami sudah mengusulkan program magang 2026. Kami mengusulkan jumlahnya naik menjadi 150 ribu orang. Tapi Ibu Pimpinan, ini baru usulan ya. Surat sudah kami sampaikan ke Pak Presiden dan kami masih menunggu ketersedian anggaran," kata Yassierli dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Kamis (9/4/2026), disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan semoga ini juga dengan dukungan dari Kementerian Keuangan, dari Kemenko, nanti program ini kita laksanakan. Sehingga harapan dari para peserta magang bahwa program magang ini bisa berlanjut di tahun ini memang bisa terwujud," lanjutnya.
Magang Luar Negeri Terkendala Isu Bahasa
Yassierli turut menyinggung terkait magang luar negeri. Pada tahun lalu terdapat peserta magang luar negeri sebanyak 19.327 orang yang sebagian besarnya ada di Jepang.
Sama halnya dengan magang dalam negeri, Kemnaker mengusulkan agar kuota tersebut meningkat pada tahun ini. Menurut Yassierli, hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo.
"Tahun ini kita ingin angka tersebut meningkat sesuai dengan instruksi Pak Presiden. Kita memperkuat kerja sama dengan disnaker. Kita memperkuat kerja sama asosiasi. Kita melakukan sosialisasi yang lebih intens dengan institusi pendidikan. Kami sudah menjalin MoU dengan Kementerian Dikdasmen. Kita juga sudah memiliki MoU dengan Kementerian Diktisaintek. Dan kemudian kita juga secara aktif mendatangi peluang-peluang penempatan magang di luar negeri yang saat ini kita memang masih fokus di Jepang," terang Menaker.
Menaker mengatakan, sebenarnya sudah ada beberapa permintaan tenaga magang dari negara selain Jepang. Namun, kendala pada umumnya terkait dengan bahasa. Adapun kendala bahasa ini mengemuka misalnya dari negara Jerman, Turki, dan Taiwan.
(nah/twu)










































