Benarkah Petir Bisa Membuat Ujung Pohon Jadi Bercahaya? Ini Faktanya

ADVERTISEMENT

Benarkah Petir Bisa Membuat Ujung Pohon Jadi Bercahaya? Ini Faktanya

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Jumat, 10 Apr 2026 09:30 WIB
Peneliti uji pohon di laboratorium yang bisa bercahaya akibat medan listrik, seperti yang terjadi pada badai petir dan pohon di alam
Foto: William Brune via IFL Science/Peneliti uji pohon di laboratorium yang bisa bercahaya akibat medan listrik, seperti yang terjadi saat badai petir mengenai pohon di alam
Jakarta -

Percaya enggak jika ada pohon bercahaya? Ini terjadi pada dua pohon di North Carolina, Amerika Serikat, yang tertangkap kamera menghasilkan cahaya ultraviolet selama badai petir. Bagaimana bisa?

Sebenarnya, fenomena ini bukan hal langka karena pernah ditemukan di wilayah lain. Sederhananya, cahaya bisa muncul karena faktor muatan listrik.

Untuk diketahui, saat badai petir, awan dan permukaan bumi atau tanah saling bertukar muatan listrik. Jika medan listrik cukup kuat, terjadi loncatan listrik yang dikenal sebagai petir. Proses ini juga dapat menimbulkan efek lain, termasuk membuat ujung pohon berpendar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan Pohon Bisa 'Bercahaya' saat Badai Petir

Muatan listrik tidak hanya bertemu antara awan dan tanah. Dalam hal ini, muatan di tanah bisa mengalir ke titik tinggi seperti puncak pohon. Itu mengapa pohon sering terkena sambaran petir.

Ketika medan listrik cukup kuat, cahaya akan tampak berwarna biru. Untuk menjelaskan lebih detailnya, para ilmuwan dari Pennsylvania State University meneliti ujung pohon yang memancarkan cahaya saat badai petir. Mereka mengubah mobil menjadi laboratorium bergerak yang dilengkapi dengan stasiun cuaca, detektor medan listrik, dan kamera ultraviolet (UV).

ADVERTISEMENT

"Kami harus melepas salah satu kursi dan memasang bantalan peredam getaran agar instrumen kami tetap stabil saat mobil bergerak," ujar Patrick McFarland, ahli meteorologi dan peneliti utama, dikutip dari IFL Science.

"Kami duduk menatap video ini saat badai petir sedang melanda di atas kepala... Sulit sekali untuk memastikan secara real-time apakah kita benar-benar melihat sesuatu," imbuhnya.

Saat badai berlangsung, tim menatap ujung daun yang tiba-tiba memancarkan cahaya yang disebut 'corona'. Cahaya tersebut muncul akibat pelepasan listrik yang mengalir melalui tanaman.

Pada satu pohon, mereka mencatat 41 kilatan corona selama 90 menit, masing-masing hanya bertahan sekitar 3 detik, dan kadang berpindah dari satu daun ke daun lain, seperti cahaya yang menari di tengah hujan dan angin.

Pengaruh Evolusi Pohon?

Fenomena corona muncul pada berbagai jenis pohon, dari Florida hingga Pennsylvania, termasuk sweetgum dan loblolly pine, terutama saat daun basah. Pelepasan listrik dan radiasi UV menghasilkan senyawa oksidatif seperti hidroksil (OH), sementara arus sekitar 1 mikroampere sudah cukup untuk membuat corona terlihat melalui kamera UV.

Eksperimen sebelumnya menunjukkan bahwa arus listrik dapat merusak membran sel tanaman dan menghancurkan kloroplas, komponen terpenting daun.

Menurut peneliti, karena corona bukan fenomena baru dan kemungkinan juga tidak jarang terjadi, pohon telah berevolusi bersamaan dengan arus yang menghasilkan corona, sehingga memiliki banyak waktu untuk beradaptasi.

Meskipun efek dari satu peristiwa corona tampak ringan, para peneliti menduga dampaknya bersifat kumulatif pada pohon yang sering terkena badai. McFarland dan rekan-rekannya ingin menyelidiki lebih jauh apakah pohon memiliki mekanisme khusus untuk meminimalkan kerusakan akibat fenomena listrik alami ini.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(crt/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads