Universitas Stanford Gelar Pameran Buku Langka, Tampilkan Karya Galileo hingga Darwin

ADVERTISEMENT

Universitas Stanford Gelar Pameran Buku Langka, Tampilkan Karya Galileo hingga Darwin

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Sabtu, 11 Apr 2026 12:00 WIB
Ilustrasi potret Charles Darwin
Ilustrasi potret Charles Darwin. Foto: Julia Margaret Cameron/WIkimedia Commons
Jakarta -

Perayaan 100 tahun pengumpulan buku langka digelar oleh Stanford University Libraries melalui sebuah pameran di Green Library. Pameran bertajuk Finely Printed Books: Albert Bender and the Birth of Stanford Special Collections ini menampilkan berbagai karya cetak, termasuk buku astronomi karya Galileo Galilei hingga karya ilmiah Charles Darwin.

Pameran tersebut juga menandai satu abad perkembangan koleksi langka Stanford yang dimulai dari donasi filantropis seperti Albert Bender pada periode 1926-1941. Koleksi ini kemudian berkembang menjadi Departemen Special Collections yang kini digunakan mahasiswa dan peneliti dalam kegiatan akademik.

Dari Tablet 4.000 Tahun hingga Edisi Pertama Buku Sains

Pameran ini menampilkan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari tablet paku berusia sekitar 4.000 tahun hingga edisi pertama buku klasik seperti Moby-Dick. Salah satu koleksi penting adalah Sidereus Nuncius (1610), karya Galileo yang menjadi teks penting dalam sejarah penggunaan teleskop.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profesor sejarah Stanford, Jessica Riskin, mengatakan koleksi tersebut sering digunakan dalam pembelajaran mahasiswa. Ia menyebut pengalaman melihat buku asli memberikan dampak tersendiri.

"Aku menunjukkannya dan edisi pertama lainnya di kelas Revolusi Ilmiah setiap tahun. Kunjungan ke Special Collections kami selalu menjadi puncaknya. Bagi mahasiswa, melihat buku ini seperti melihat bintang film secara langsung," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Riskin juga menyebut penggunaan buku lain seperti karya Robert Hooke dan Isaac de Caus dalam kelas yang membahas sejarah ilmu pengetahuan modern.

Koleksi Buku Langka untuk Riset dan Pembelajaran

Selain Galileo, koleksi lain yang ditampilkan mencakup buku The Expression of the Emotions in Man and Animals (1872) karya Darwin yang digunakan dalam proyek penelitian lintas disiplin.

Riskin menjelaskan bahwa koleksi tersebut berperan penting dalam berbagai proyek akademik.

"Proyek kami seperti sirkus lima arena," kata dia.

"Simpanse murung Darwin muncul dalam pameran seni, katalog, lokakarya, seminar mahasiswa tingkat dua, dan sekarang dalam volume esai yang diedit. Special Collections sangat penting untuk setiap upaya tersebut," lanjutnya.

Pameran ini akan berlangsung hingga 17 Mei mendatang dan juga tersedia dalam format digital, sebagai bagian dari perayaan satu abad pengumpulan buku langka di Stanford sepanjang tahun.

Penulis adalah peserta program magang Kemnaker di BeritaKlik.




(nah/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads