Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi penemuan situs kuno yang tersembunyi di Iran. Situs tersebut berasal dari peradaban berusia 5.000 tahun lalu.
Seperti yang diketahui, wilayah yang kini disebut Iran telah lama dikenal sebagai peradaban sebuah bangsa yang maju. Mulai dari era kekaisaran Persia hingga lebih jauh lagi peradaban Elam.
Pada 2001, banjir hebat mengikis tanah dan memunculkan artefak kuno di lembah Halil Rud. Artefak itu berupa wadah chlorite, tablet batu, dan benda tanah liat dengan inskripsi geometris yang belum bisa dibaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggalian selama bertahun-tahun pun dilakukan. Bagaimana hasilnya?
Artefak yang Menjadi Bukti Peradaban Maju
Youssof Majidzadeh dari Universitas Teheran dan timnya, memulai penggalian di gundukan kembar Konar Sandal dekat Jiroft. Mereka menemukan benteng dua lantai seluas hampir 13,5 hektare.
Dinding bata di situs ini setebal 11 meter. Platform bertingkatnya mirip ziggurat Mesopotamia. Situs ini diperkirakan dibangun antara 2500-2200 SM.
Peradaban Jiroft dikenal karena seni dan budaya materialnya yang maju. Batu chlorite berwarna hijau gelap banyak ditemukan di Kerman, sekitar 230 kilometer selatan Kerman dan 1.375 kilometer selatan Teheran. Batu itu diukir menjadi vas, mangkuk, figur, dan alat timbang standar.
Selain itu, banyak karya dihias dengan makhluk mitologi. Contohnya dewa setengah manusia setengah kalajengking, elang yang membawa manusia ke langit, dan banteng dengan atribut Ilahi.
Beberapa tema karya Jiroft mengingatkan pada mitos Sumeria, seperti motif elang dan raja yang mirip kisah Raja Etana. Namun, belum jelas apakah Jiroft meminjam cerita dari Mesopotamia atau berbagi nenek moyang budaya yang sama. Bisa juga mereka mengembangkan mitos paralel secara mandiri.
Simbol-simbol yang Belum Terpecahkan
Meski begitu, ada temuan yang belum bisa diidentifikasi oleh ilmuwan. Termasuk prasasti bertanda geometris yang misterius.
"Prasasti yang baru ditemukan ini dibentuk oleh bentuk-bentuk geometris dan belum ada ahli bahasa di seluruh dunia yang mampu menguraikannya," kata Majidzadeh, dikutip dari Futura-Sciences.
Meski begitu, peneliti mengaitkan tanda tersebut dengan proto-Elamite: aksara administratif yang belum teruraikan yang digunakan di seluruh dataran tinggi Iran sekitar tahun 3100 hingga 2900 SM. Sementara peneliti lain, mengidentifikasi tanda tersebut sebagai label netral "aksara Timur" untuk menghindari pemaksaan tablet-tablet tersebut ke dalam klasifikasi yang sudah ada yang mungkin tidak sesuai.
Peradaban yang Masih Misterius
Selain simbol yang belum bisa diidentifikasi, beberapa temuan seperti tablet, sulit dipastikan keasliannya. Ini karena sebelum penggalian dan penemuan situs dimulai, artefak sudah dijarah dan dijual di pasar gelap.
Maka itu, secara ilmiah, hasil identifikasi atau kesimpulan peneliti tentang peradaban kuno yang maju masih menuai pro kontra. Namun, bukti arkeologis seperti bejana klorit hingga benteng batu-bata menunjukkan adanya peradaban kuno dengan sistem administrasi kompleks, terlepas dari seberapa maju peradaban tersebut.
Kini, sudah dua dekade situs kuno tersebut digali, ilmuwan menetapkannya sebagai peradaban Zaman Perunggu utama.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.
(faz/faz)










































