Detikers, pernahkah kamu membayangkan sebuah gereja yang dibangun lebih dari satu abad hingga akhirnya menjulang sebagai yang tertinggi di dunia?
Gereja ikonik itu adalah Sagrada Família di Barcelona, Spanyol. Proyeknya dimulai pada 1882 dan dirancang oleh arsitek visioner Antoni Gaudí. Setelah lebih dari 140 tahun, gereja tersebut akhirnya menyelesaikan eksterior puncaknya.
Dilansir dari Pop Science, para pekerja memasang lengan atas salib setinggi hampir 15 kaki (4,5 meter) di Menara Yesus Kristus pada Jumat (20/2/2026) lalu. Lantas, seperti apa kisah pembangunan di balik proyek 144 tahun ini? Yuk, simak penjelasannya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses Pembangunan Gereja
Proses pembangunan Sagrada Familia atau Templo Expiatorio de la Sagrada Familia dimulai pada tahun 1882. Gereja ini dirancang oleh arsitek ternama Antoni Gaudi, yang memadukan gaya Gotik dengan gaya modern khas Catalan.
Gaudi mengerjakan proyek ini selama sekitar 40 tahun dan mendedikasikan 15 tahun terakhir hidupnya sepenuhnya untuk pembangunan Sagrada Familia. Namun, saat ia wafat pada tahun 1926, kurang dari seperempat bagian bangunan tersebut yang berhasil diselesaikan.
Proses pembangunan sempat terhenti ketika perang saudara Spanyol (Spanish Civil War) pecah pada tahun 1936. Sebagian bangunan serta rancangan dan model asli Antoni Gaudi mengalami kerusakan atau kehancuran.
Sejak tahun 1940, pihak pengelola kembali melanjutkan proyek tersebut dengan menggunakan pendanaan swasta. Para arsitek mengandalkan desain yang tersisa, melakukan interpretasi ulang, serta memanfaatkan teknologi pemodelan komputer untuk meneruskan pembangunan.
Pemasangan Salib di Puncak Menara Yesus Kristus
Dilansir dari Vatican News, Menara Yesus Kristus berdiri di pusat kompleks pembangunan Sagrada Familia. Menara ini dikelilingi empat menara Penginjil, masing-masing terhubung ke menara pusat melalui jembatan, serta Menara Perawan Maria yang terhubung secara internal dengan Menara Yesus Kristus.
Menara memiliki denah lantai segi-12 dan membuat gereja mencapai tinggi total 172,5 meter. Struktur menara terdiri dari 12 tingkat panel, yang konstruksinya dimulai pada 16 Oktober 2018 pada ketinggian 85 meter.
Panel-panel ini dibuat menggunakan sistem batu pra-tekan yang menggabungkan batu dan baja. Metode ini memungkinkan panel-panel dibuat di luar lokasi, kemudian diangkut dan dipasang tingkat demi tingkat. Panel terakhir selesai pada 4 Desember 2024, hingga ketinggian gereja mencapai ketinggian 142,5 meter.
Tonggak terbaru proyek ini adalah pemasangan lengan atas salib di menara tersebut pada Februari 2026. Salib tersebut dibuat dari kombinasi kaca, keramik, dan batu asal Catalonia, sedangkan perakitannya dilakukan oleh para perajin di Jerman. Para pekerja kemudian mengirim setiap bagian salib tersebut ke Barcelona dan memasangnya dengan menggunakan derek besar. Struktur salib tersebut cukup besar sehingga dapat memuat tangga spiral di dalamnya, sesuai visi Antoni Gaudí, agar salib itu dapat bersinar siang dan malam.
Setiap lengan salib berukuran 4,4 x 4,5 x 4,5 meter dan beratnya lebih dari 11 ton, sedangkan inti tengah berbentuk segi enam mencapai 4,7 meter dan beratnya 16,5 ton. Secara keseluruhan, salib ini menjulang setinggi 17 meter dan membentang selebar 13,5 meter, dengan kokoh menjadi fitur paling mencolok di cakrawala Barcelona, demikian dilansir dari Futura Science.
Saat ini, tinggi pembangunan Sagrada Família mencapai 566 kaki (172 meter) dan melampaui katedral Ulm di Jerman sebagai gereja tertinggi di dunia dengan ketinggian 161,53 meter.
Namun, sesuai dengan keinginan Gaudí, bangunan ini tidak melebihi ketinggian 177 meter dari bukit Montjuic, yang ia anggap sebagai 'ciptaan Tuhan'. Baginya, karya manusia tidak boleh pernah melampaui karya alam.
Pembangunan Sagrada Família memiliki 18 menara yang melambangkan 12 rasul, empat penginjil, Perawan Maria, dan Yesus Kristus. Fasadnya dipenuhi pahatan serta ilustrasi yang menceritakan kisah-kisah Alkitab. Gaudi juga memperhitungkan aspek akustik. Ia merancang lonceng tubular di setiap menara agar suara yang dihasilkan oleh angin dapat masuk ke dalam gereja secara harmonis.
Diresmikan 10 Juni 2026
Peresmian basilika paling ikonik di dunia yang akan datang merupakan pertanda jelas bahwa penyelesaiannya terasa semakin dekat. Tanggal yang dipilih, 10 Juni 2026, bukanlah kebetulan. Tanggal tersebut menandai peringatan seratus tahun kematian Antoni Gaudi, yang meninggal pada usia 73 tahun setelah tertabrak trem hanya beberapa langkah dari mahakaryanya yang belum selesai.
Sampai sekarang, bagian dalam Menara Yesus Kristus masih belum selesai, sementara derek dan perancah masih mengelilingi sebagian bagian luarnya. Semua ini akan disingkirkan menjelang peresmian resmi pada bulan Juni.
Meskipun ada harapan bahwa seluruh proyek akan selesai pada tahun 2026, pandemi COVID-19 menyebabkan penundaan. Batu terakhir diperkirakan akan diletakkan pada tahun 2034.











































