Dasi merupakan salah satu aksesoris pelengkap kemeja dan jas yang sering digunakan pria saat datang ke acara formal. Dasi melambangkan kerapian dan profesionalisme seseorang.
Namun, simbol tersebut tidak berlaku di negara Iran. Telah lama, warga Iran khususnya pria tidak memakai dasi karena alasan tertentu.
Hampir di setiap kesempatan, bahkan para petinggi Iran tidak menggunakannya. Misalnya Presiden Iran Masoud Pezeshkian, pada pidato kenegaraan atau konferensi pers, ia tampak mengenakan kemeja dan jas tanpa dasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atau mendiang Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani semasa masih hidup juga tampak dalam berbagai kesempatan hanya mengenakan kemeja dan jas, tanpa dasi.
Mengapa para pria dan pejabat di Iran tidak mengenakan dasi?
Sejarah Pelarangan Dasi di Iran
Dasi dilarang penggunaannya di Iran sejak 1979. Pemerintah mulai melarangnya setelah penggulingan monarki yang didukung Amerika Serikat.
Mengutip BBC News, saat itu republik Islam resmi dideklarasikan. Para ulama agama termasuk petinggi Ayatollah Ali Khamenei memegang kendali poltik saat itu.
Dasi terutama dasi kupu-kupu dianggap dekaden (kemerosotan), tidak islami, dan simbol salib. Warga Iran diminta untuk berpakaian islami.
Dasi Simbolkan Budaya Barat
Alasan dasi dilarang karena aksesoris tersebut menggambarkan simbol budaya negara Barat. Walaupun dasi sempat kembali populer, tetapi para pejabat tetap teguh menghindari penggunaan dasi.
Seorang dokter gigi di Iran bernama Mohammad Javad, seperti dikutip dari arsip CBS News pada 2023 lalu, menyebut pemakaian dasi masih dianggap tabu di negaranya. Orang akan memandang beda terhadap orang yang memakai dasi.
"Di masyarakat kita, memakai dasi itu seperti memakai masker sebelum COVID-19 melanda," katanya.
Beberapa Pria Iran Tetap Memakai Dasi
Walaupun dasi dilarang, ada beberapa pria di Iran yang berani memakai dasi, seperti seorang dosen senior di Departemen Studi Islam dan Timur Tengah di Universitas Edinburgh, Dr Andrew Newman.
"Tergantung pada kesempatan, tetapi jika saya menghadiri acara resmi di Iran, saya biasanya mengenakan dasi," katanya.
Andrew tidak pernah diprotes karena mengenakan dasi. Ia yakin warga Iran mengerti bahwa dirinya memakai dasi sebagai bentuk penghormatan.
"Tidak ada seorang pun yang pernah mengatakan apa pun kepada saya tentang hal itu. Orang Iran mengerti bahwa jika saya mengenakannya di suatu acara, itu adalah tanda penghormatan," katanya pada 2007 lalu.
Newman melihat aturan berpakaian di Iran memang ketat. Akan tetapi, untuk pemakaian kemeja dan jas, Newman melihat bahwa penggunaannya dilakukan untuk menggambarkan keterbukaan.
Seperti yang sering dipakai oleh Presiden Ahmadinejad (mantan presiden Iran 2005-2013). Bahkan cara berpakaiannya telah memicu tren.
"Dia orang awam dan bukan ulama, jadi dia memakai jas untuk menunjukkan sikap informal," katanya.
(cyu/nah)











































