Duduk di dekat jendela pesawat sering jadi pilihan favorit karena bisa menikmati pemandangan dari ketinggian. Namun tahukah detikers, di jendela pesawat ada lubang kecil?
Jika diperhatikan lagi, di bagian bawah jendela pesawat, terdapat lubang kecil seukuran lubang sedotan air mineral terkecil. Lubang ini dikenal dengan nama breather hole atau bleed hole.
Bukan karena kecacatan produksi, lubang tersebut memiliki fungsi tersendiri. Apa fungsinya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyeimbangkan Tekanan Udara di Ketinggian
Secara singkat, lubang di jendela pesawat berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara. Ini karena saat di ketinggian sekitar 10.600 meter, tekanan udara di luar pesawat turun drastis.
Tekanan tersebut mencapai 1,5 kilogram per inci persegi. Itu cukup untuk menyebabkan penumpang kehilangan kesadaran.
Oleh karena itu, kabin pesawat dibuat bertekanan. Tekanan kabin dijaga di angka sekitar 3,6 kilogram per inci persegi agar penumpang dapat bernapas normal dan tetap nyaman selama penerbangan.
Menariknya, lubang kecil di jendela pesawat merupakan hasil perhitungan teknis yang matang meski terlihat sederhana. Tanpa lubang tersebut, perbedaan tekanan udara bisa menumpuk dan meningkatkan risiko kerusakan pada jendela pesawat.
Selain itu, lubang kecil ini juga membantu menyesuaikan tekanan akibat perubahan suhu. Ketika pesawat naik atau turun, suhu di luar pesawat dapat berubah secara ekstrem.
Pada kondisi udara di antara lapisan jendela terperangkap sepenuhnya, pemuaian atau penyusutan udara berpotensi menambah tekanan dan meningkatkan risiko retak atau deformasi pada jendela.
Breather hole juga berfungsi sebagai saluran pelepas kelembapan. Udara lembap yang terjebak di antara lapisan jendela dapat keluar melalui lubang ini sehingga mencegah jendela menjadi berkabut atau membeku.
Alasan Jendela Pesawat Berbentuk Oval
Tak hanya lubang kecil, bentuk jendela pesawat yang membulat juga memiliki alasan ilmiah. Jendela dengan sudut membulat membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata ke seluruh permukaan jendela.
Berbeda dengan sudut siku-siku yang dapat menjadi titik konsentrasi tekanan, sudut membulat mampu mengurangi risiko retakan sekaligus meningkatkan kekuatan struktur jendela secara keseluruhan. Dengan desain ini, jendela pesawat dapat menghadapi tekanan tinggi secara lebih aman dan stabil.
Oleh karena itu, meski tampak seperti lembaran plastik tipis berlubang, jendela pesawat sebenarnya merupakan struktur yang dirancang dengan sangat cermat. Detail kecil seperti lubang dan bentuk membulat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan penumpang selama penerbangan.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.
(crt/faz)











































