Peneliti Unej Identifikasi Tumbuhan Paku yang Eksis sejak 65 Juta Tahun Lalu

ADVERTISEMENT

Peneliti Unej Identifikasi Tumbuhan Paku yang Eksis sejak 65 Juta Tahun Lalu

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 20 Apr 2026 19:30 WIB
Peneliti Unej Identifikasi Tumbuhan Paku yang Eksis sejak 65 Juta Tahun Lalu
Prof Hari Sulistyowati bersama timnya temukan paku pohon, tanaman yang sudah eksis sejak 65 tahun lalu. Foto: Universitas Jember
Jakarta -

Sejumlah dosen program studi Biologi dari Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Jember (Unej) belum lama ini mengidentifikasi tanaman paku pohon dari zaman prasejarah. Para dosen tersebut menemukan tanaman paku pohon tersebut di wilayah Erek-erek Geoforest, Ijen Geopark, Banyuwangi, Jawa Timur.

Diketahui tanaman paku pohon dari marga Cyathea yang mereka identifikasi sudah ada di Bumi sejak 65 juta tahun yang lalu. Ada dua jenis paku pohon yang ditemukan, yaitu Cyathea contaminas dan Cyathea orientalis.

Banyak Paku Pohon sampai 6-10 Meter

Salah satu peneliti FMIPA Unej, Prof Hari Sulistyowati menjelaskan paku pohon tumbuh subur di Erek-erek Geoforest yang berada di ketinggian antara 1.600-1.700 mdpl. Tim Prof Hari menemukan ada banyak paku pohon mencapai ketinggian 6 sampai 10 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paku pohon atau paku tiang mampu tumbuh menjulang disebabkan lingkungan Erek-erek Geoforest masih alami, punya kelembapan tinggi, kanopi pohonnya rapat, dan sumber air melimpah.

Kawasan Erek-erek Geoforest juga memiliki kelestarian hutan karena kondisi topografi mereka. Wilayah tersebut dibentengi bentang alam Gunung Rante.

ADVERTISEMENT

Prof Hari menduga bentang alam tersebut melindungi wilayah Erek-erek dari letusan Gunung Ijen purba pada masa lampau. Maka dari itu kondisinya masih terjaga seperti ribuan tahun lalu.

"Ketika kami memulai riset di Erek-erek Geoforest, kami takjub dengan kondisi alamnya, seperti sedang masuk ke hutan di era dinosaurus," kata Prof Hari yang telah meneliti di Ijen Geopark ini sejak 2020, dikutip dari Unej pada Senin (20/4/2206).

Sekarang ini para peneliti dari Biologi FMIPA Unej masih terus meneliti. Mereka akan mendeskripsikan morfologi paku pohon tersebut mulai dari tinggi batang, warna sisik, bentuk spora, sampai perkembangbiakannya.

Hasil penelitian tersebut diharaokan memperluas horizon pengetahuan. Pasalnya, fosil hidup ini punya bentuk yang nyaris tak berubah sejak zaman prasejarah.




(nah/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads