Bukan Dudukan Kloset, Ternyata Ini Bagian yang Penuh Bakteri di Toilet Umum

ADVERTISEMENT

Bukan Dudukan Kloset, Ternyata Ini Bagian yang Penuh Bakteri di Toilet Umum

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Selasa, 21 Apr 2026 20:00 WIB
In an public building are womans toilets whit black doors
Foto: Getty Images/iStockphoto/DenBoma/Ilustrasi toilet umum
Jakarta -

Banyak orang menghindari dudukan toilet umum karena dianggap paling kotor dan penuh bakteri. Namun, penelitian menunjukkan ada bagian lain yang lebih banyak mengandung bakteri yang bisa menularkan penyakit. Bagian mana?

Dudukan toilet termasuk yang paling kotor karena terpapar langsung dengan urine dan kotoran. Menurut berbagai penelitian, beberapa mikroba yang umum ditemukan di toilet antara lain:

- Bakteri usus seperti E. coli, Klebsiella, dan Enterococcus

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Virus seperti norovirus dan rotavirus

- Bakteri kulit seperti Staphylococcus aureus

ADVERTISEMENT

- Telur parasit dan protozoa

Bagian yang Paling Banyak Bakteri di Toilet Umum

Meski dudukan toilet mengandung banyak bakteri, nyatanya penelitian menunjukkan bahwa bakteri terbanyak bukan di sana. Dalam studi yang terbit di jurnal MDPI pada 2 Juli 2025, peneliti menemukan bahwa dudukan toilet mengandung lebih sedikit mikroba daripada area lain di toilet umum.

Bagian yang paling banyak mengandung bakteri yaitu gagang pintu, kenop keran, dan tuas penyiram. Bagian tersebut lebih terkontaminasi karena sering disentuh, sering kali dengan tangan yang belum dicuci.

Bagian lain yang jarang disorot yaitu pengering tangan. Banyak orang menganggap pengering tangan bisa membersihkan tangan, tetapi studi menunjukkan pengering di toilet juga berkontribusi pada penyebaran kuman.

"Jika tangan tidak dicuci dengan benar, alat ini dapat meniup mikroba ke kulit Anda, orang lain, dan permukaan di sekitarnya," kata studi, dilansir dari Science Daily.

Meskipun beberapa dibersihkan secara teratur, yang lain seperti yang ada di taman atau halte bus mungkin hanya dibersihkan sekali sehari atau kurang.

Cara Kuman Menyebar di Toilet Umum dan Bahayanya

Risiko lain yang sering tidak disadari adalah "toilet plume". Ini adalah partikel kecil berisi kuman yang tersebar ke udara saat toilet disiram tanpa penutup.

Partikel ini dapat menyebar hingga dua meter dan membawa bakteri atau virus dari dalam kloset. Selain itu, pengering tangan juga bisa menyebarkan kuman jika tangan belum dicuci dengan benar.

Kuman dari toilet umum dapat masuk ke tubuh melalui:

- Menyentuh permukaan yang terkontaminasi
- Menyentuh wajah sebelum mencuci tangan
- Menghirup partikel di udara
- Percikan air dari kloset

Bakteri-bakteri di toilet sering kali memicu gangguan kesehatan seperti diare, infeksi, hingga ketidaknyamanan perut.

Cara Mengurangi Risiko Terkena Bakteri di Toilet Umum

Pada dasarnya, sulit menghindari semua bakteri di toilet umum. Namun, risiko bisa dikurangi dengan:

- Menggunakan penutup dudukan toilet atau letakkan tisu toilet di dudukan sebelum duduk.
- Jika ada penutup, tutup kembali sebelum menyiram untuk mengurangi paparan cipratan air toilet.
- Cuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.
- Bawalah pembersih tangan atau tisu antibakteri untuk situasi di mana sabun tidak tersedia.
- Hindari penggunaan pengering tangan dan gunakan handuk kertas sebagai gantinya.
- Bersihkan ponsel secara teratur dan hindari menggunakannya di toilet, karena ponsel mudah terkontaminasi bakteri.

Meski banyak bakteri, duduk di toilet umum sebenarnya relatif aman bagi orang yang sehat. Risiko tertular penyakit justru lebih sering berasal dari tangan yang kotor serta benda-benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu atau tombol flush.

Karena itu, menjaga kebersihan tangan tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran kuman di toilet umum.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads