Benarkah Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah dalam 30 Tahun? Ini Kata BMKG

ADVERTISEMENT

Benarkah Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah dalam 30 Tahun? Ini Kata BMKG

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 22 Apr 2026 19:30 WIB
Ilustrasi Kekeringan Musim Kemarau
Ilustrasi Kekeringan Musim Kemarau. Foto: Chamika Jayasri/Unsplash.
Jakarta -

Saat ini di Indonesia tengah terjadi proses peralihan musim dari hujan ke kemarau. Meski begitu, beredar kabar bahwa kemarau 2026 akan lebih kering dan lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana pendapat BMKG?

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah di Indonesia sudah mulai panas. Namun, di sejumlah daerah masih sering turun hujan.

Pasalnya, pada awal April baru 7,8% wilayah yang masuk musim kemarau dan selebihnya masih musim hujan. BMKG menyebut musim kemarau datang dari selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim kemarau dibawa oleh angin monsun Australia yang bergerak dari selatan ke utara Indonesia.

Benarkah Kemarau 2026 yang Terparah?

Belakangan juga tersiar kabar bahwa musim kemarau 2026 adalah yang terparah dalam 30 tahun. BMKG menegaskan bahwa kemarau 2026 memang diperkirakan lebih kering dari biasanya dibandingkan dengan rata-rata iklim normal.

ADVERTISEMENT

"Tapi bukan berarti ini kemarau paling parah dalam 30 tahun terakhir," jelas BMKG melalui unggahan resmi di media sosial, dikutip Rabu (22/4/2026).

Prediksi Datangnya Kemarau Berdasarkan Wilayah

Selain itu, berikut ini prediksi kapan dimulainya musim kemarau berdasarkan wilayah:

April-Mei:

  • NTT
  • NTB
  • Bali
  • Jawa Timur
  • Jawa Tengah

Juni:

  • Sebagian besar Sumatera

Juli:

  • Sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi.

BMKG turut menegaskan musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Batas kemarau adalah ketika curah hujan kurang dari 50 mm per 10 hari (satu dasarian) dan berkelanjutan selama 3 dasarian berturut-turut. Maka, peluang hujan tetap ada.

Selain itu, Kepala BMKG sebelumnya sempat menerangkan bahwa musim kemarau dan El Niño berbeda dan tidak selalu bersamaan.

"Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Niño itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering," jelas Faisal dikutip dari laman BMKG, Rabu (22/4/2026)

Ia menerangkan kondisi iklim global saat ini berada pada fase netral, di mana indeks ENSO (El Niño-Southern Oscillation) sekitar +0,28. Namun, BMKG memperkirakan pada semester kedua 2026 kondisi ini bisa berkembang ke fase El Niño lemah. Perkembangannya bisa sampai moderat dengan peluang 50-80 persen.




(nah/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads