Kecelakaan di perlintasan kereta api kerap dipicu oleh matinya kendaraan yang melintas di rel kereta. Kendaraan terjebak di rel, lalu tertabrak oleh kereta.
Salah satunya terjadi pada kasus tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada April 2026 lalu. Matinya mesin sebuah mobil di rel kereta secara tak langsung memicu tabrakan KA dan KRL.
Melihat kasus-kasus semacam itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr Eng Eka Rakhman ST MT membeberkan beberapa sebab kendaraan mati mendadak di rel kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau melihat data yang ada, itu ada tiga macam penyebab," kata Eka dalam Media Lounge Discussion di Gedung BRIN BJ Habibie, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Rabu (13/5/2026).
3 Penyebab Kendaraan Mati Mendadak di Rel Kereta Api
1. Panic Stall
Eka mengungkap, penyebab pertama kendaraan bisa mati mendadak di rel kerata adalah panic stall. Kondisi ini terjadi saat pengemudi salah menginjak gas karena panik.
"Kondisi mobil kita mati tengah jalan karena mungkin injak gasnya nggak benar. Mati, mau menghidupkan lagi, kereta dari sana, dia gugup gitu. Jadi antara kunci di-start sama injak gas itu nggak sinkron sehingga nggak hidup-hidup," ungkap Eka.
Jika situasi tersebut terjadi, Eka menyarankan agar pengemudi memasukkan gigi 1 atau 2, kemudian di-starter, jika mobil berjenis manual.
2. Goncangan Rel
Penyebab kedua menurut Eka adalah goncangan rel. Goncangan kendaraan besar, bahkan kereta itu sendiri dapat membuat rel terguncang, sehingga rel tidak rata.
"Rel itu nggak rata. Mobil kadang-kadang nyeberang, kita nggak tahu kondisi perkabelan di mobil itu kurang kencang. Waktu melewati jalan tidak rata itu," tuturnya.
3. Anomali
Penyebab terakhir, menurut Eka, bisa jadi karena mobil tersebut mengalami anomali alias 'kurang beruntung', meskipun sudah melewati quality control (QC).
"Jadi, meskipun mobil itu sudah lolos QC, tapi begitu pas kejadian itu takdirnya di situ. Itu anomali," katanya.
Apakah Impedance Effect Bikin Kendaraan Mati?
Impedance effect atau efek impedansi adalah istilah yang dibuat-buat oleh oknum akademisi yang bukan kepakarannya mengomentari penyebab matinya truk Pertamina hingga ditabrak KRL di perlintasan sebidang Stasiun Pondok Ranji tahun 2013 silam.
Eka menilai, kabar impedance effect menyebabkan kendaraan mati adalah hoaks. Ia menjelaskan, gelombang elektromagnetik tersebut tidak ada di rel kereta.
"Nah, sikap kita sebagai awam gimana? Pertama, stop. Stop menghentikan hoaks terkait efek impedance atau gelombang elektromagnetik sebagai penyebab mobil mati di perlintasan," katanya.
Eka menegaskan, ia bersama BRIN telah melakukan riset soal medan magnet di perlintasan kereta. Ia membuktikan bahwa tidak ada medan magnet di sana.
"Makanya semua yang kita lakukan termasuk orang lain yang melakukan pengujian itu tidak menunjukkan bahwa di rel itu ada medan magnet yang besar sekali," katanya.
"Biasanya jalur untuk KRL. Kalau KRL kan di atasnya ada yang kabel itu, itu tegangan tinggi 1500 volt. Nah minusnya di mana? Di rel itu. Makanya di rel itu disambung ke tanah. Kalau disambung ke tanah, nggak mungkin dia keluar medan," sambungnya.
(twu/twu)










































