Deretan Peristiwa Langit Menakjubkan pada 2026, Akhir Mei Ada Blue Moon

ADVERTISEMENT

Deretan Peristiwa Langit Menakjubkan pada 2026, Akhir Mei Ada Blue Moon

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 17 Mei 2026 20:00 WIB
Ilustrasi Blue Moon
Foto: Laman EarthSky/Ilustrasi Blue Moon.
Jakarta -

Bulan purnama hingga hujan meteor akan menjadi pemandangan yang menghiasi langit malam 2026. Menurut salah satu koordinator laporan untuk American Meteor Society, Robert Lunsford, pada tahun ini khususnya ada banyak hujan meteor.

Di sisi lain, pada sebagian besar tahun biasanya terdapat 12 bulan purnama dengan satu yang terjadi setiap bulan. Namun, pada 2026, akan ada 13 bulan purnama, dengan dua di antaranya terjadi pada Mei.

Bulan purnama kedua pada Mei dikenal sebagai bulan biru atau Blue Moon. Peristiwa ini terjadi sekitar setiap 2,5 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Supermoon 2026

Setelah supermoon Januari lalu, dua supermoon berikutnya akan terjadi pada November dan Desember. Rata-rata, bulan berjarak sekitar 384.472 kilometer (238.900 mil) dari Bumi.

Akan tetapi, supermoon Desember akan menjadi yang terdekat tahun ini dengan jarak 221.667 mil (356.740 kilometer), menurut EarthSky, dikutip dari CNN Science. Berikut sisa bulan purnama pada 2026, merujuk Farmers' Almanac:

ADVERTISEMENT

31 Mei: Bulan Biru
29 Juni: Bulan Stroberi
29 Juli: Bulan Rusa Jantan
28 Agustus: Bulan Ikan Sturgeon
26 September: Bulan Panen
26 Oktober: Bulan Pemburu
24 November: Bulan Berang-berang
23 Desember: Bulan Dingin

Hujan Meteor

Setelah puncak hujan meteor Quadrantids pada awal Januari, para pengamat langit harus menunggu sedikit hingga hujan meteor Southern Delta Aquariids. Sementara itu, hujan meteor yang baru saja berlalu adalah Eta Aquariids pada 5-6 Mei.

Berikut adalah tanggal puncak hujan meteor lainnya pada 2026, berdasarkan American Meteor Society:

Southern Delta Aquariids: 30-31 Juli
Alpha Capricornids: 30-31 Juli
Perseids: 12-13 Agustus
Orionids: 21-22 Oktober
Southern Taurids: 4-5 November
Northern Taurids: 11-12 November
Leonids: 16-17 November
Geminids: 13-14 Desember
Ursids: 21-22 Desember.

"Perseids dan Geminids akan menjadi hujan meteor terbaik tahun ini," kata Lunsford.

"Perseids diprediksi mencapai puncaknya tanpa gangguan bulan," ungkapnya lagi.

Ia menyebut hujan meteor Geminid menghasilkan hujan meteor yang dahsyat pada 2025 dengan laju meteor per jam sebanyak 135.

"Tidak ada alasan kita tidak dapat mengharapkan laju serupa pada 2026 setelah bulan terbenam," ujarnya.




(nah/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads