Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Buruh di Istana Negara pada Senin (8/6). Pelantikan tersebut tertulis dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 58/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
"Mengangkat Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh dan kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan," ucap Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, membacakan keputusan tersebut disiarkan langsung pada Youtube Sekretariat Presiden, Senin (8/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 dan 4 Juni 2026, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto," imbuh Setya.
Said Iqbal sendiri adalah tokoh yang tidak asing dalam perjuangan buruh. Ia merupakan Presiden Partai Buruh Indonesia periode 2021-2026 dan juga anggota Dewan Pengupahan Nasional sejak 2004.
Profi Pendidikan Said Iqbal
Said Iqbal lahir di Jakarta pada tanggal 5 Juli 1968. Ia menyelesaikan pendidikan SLTA di SMAN 51 Jakarta pada tahun 1987. Menurut laman resmi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Said tercatat sebagai juara umum di sekolah tersebut.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Politeknik Universitas Indonesia Jurusan Teknik Mesin. Demi meraih gelar Sarjana, Said kembali berkuliah di Universitas Jayabaya mengambil jurusan Teknik Mesin. Terakhir, ia meraih gelar Master Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Berikut rincian pendidikan Said Iqbal:
- SMAN 51 Jakarta (1985-1988)
- D3 Teknik Mesin, Politeknik Universitas Indonesia (sekarang Politeknik Negeri Jakarta) (1988-1991)
- S1 Teknik Mesin, Universitas Jayabaya, Jakarta (1992-1996)
- S2 Ekonomi, Universitas Indonesia (2003-2005)
Jejak Karier Said Iqbal
Said Iqbal pertama kali turun sebagai aktivis pada tahun 1992. Waktu itu, ia tergabung dalam serikat pekerja di Perusahaan Elektronika, Bekasi.
Kemudian pasca reformasi, Said Iqbal bersama tokoh buruh lainnya mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Di FSPMI, Said Iqbal dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal pada tahun 1999-2006. Kemudian pada periode berikutnya, Iqbal menjabat sebagai Presiden.
Said Iqbal bersama gerakan sosial yang tergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) berhasil menekan pemerintah untuk mewujudkan Jaminan Kesehatan Nasional dan Jaminan Pensiun bagi buruh.
Pada tahun 2013, Said Iqbal meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV.
- Ketua Pimpinan Serikat Pekerja di perusahaan elektronik Bekasi, Tahun (1992-1999)
- Presiden FSPMI (2003-2012)
- Anggota Dewan Pengupahan Nasional (2004-sekarang)
- Anggota LKS Tripartit Nasional (2004-sekarang)
- Anggota Central Committee World Metalworkers' Federation (IMF) (2010-sekarang)
- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) (2012-sekarang)
- Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC) (2016-sekarang)
- Anggota General Council ITUC (International Trade Union Confederation) (2017-sekarang)
- Presiden Partai Buruh Indonesia (2021-sekarang)
- Delegasi Indonesia untuk Konferensi ILO (International Labour Organization) (2021-2024)
(nir/pal)










































