Cuaca Terik, BMKG Sebut DKI Jakarta Akan Lebih Gerah pada September-Oktober

ADVERTISEMENT

Cuaca Terik, BMKG Sebut DKI Jakarta Akan Lebih Gerah pada September-Oktober

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 10 Jun 2026 12:59 WIB
Warga berjalan menggunakan payung di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). Payung digunakan untuk melindungi diri dari terik matahari saat beraktivitas di luar ruangan di tengah cuaca panas.
Warga berjalan menggunakan payung di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026). Foto: Muhammad Farrel / detikfoto
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut dampak El Niño di DKI Jakarta akan sama saja dengan wilayah lain di Pulau Jawa. Sementara, DKI Jakarta bagian utara sendiri sudah masuk musim kemarau sejak Mei, sedangkan bagian selatan baru pada bulan Juni.

"Biasanya DKI Jakarta itu akan terasa lebih 'sumuk' (gerah) kalau orang Jawa bilang itu, sekitar bulan September akhir hingga Oktober karena persis posisi Matahari itu melintas di sekitar wilayah atasnya Pulau Jawa," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers "Perkembangan Musim Kemarau 2026 di Indonesia" yang disiarkan secara daring melalui YouTube Info BMKG pada Rabu (10/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karakteristik Khas Pulau Jawa Pada Puncak Kemarau

Ardhasena mengatakan sekitar Juli dan Agustus di Pulau Jawa akan terasa udara kering yang disebabkan oleh curah hujan minim, disertai berkurangnya kelembapan.

"Jadi itu merupakan karakteristik yang khas dari Pulau Jawa ketika puncak musim kemarau. Lalu temperaturnya akan naik di sekitar bulan September dan Oktober," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, dengan berkurangnya curah hujan, polutan tidak tercuci. Absennya hujan tidak membantu memperbaiki kualitas udara karena tidak ada pencucian atmosfer oleh hujan.

Curah Hujan Selama El Niño

BMKG memprediksi El Niño akan terjadi mulai pertengahan 2026 dan bertahan sampai awal 2027. Ardhasena juga mengatakan, saat ini pihaknya masih belum merilis prediksi musim hujan dan baru akan dikeluarkan pada Agustus mendatang.

Akan tetapi, merujuk pada kecenderungan pada kondisi normal klimatologi, pada musim hujan yang terdampak oleh El Niño, curah hujan secara akumulatif cenderung sedikit menurun.

"Musim hujan yang terdampak oleh El Niño itu biasanya secara total, akumulatif itu sedikit menurun. Tapi cenderung menurunnya itu terhadap jumlah yang masih cukup banyak. Jadi tidak begitu biasanya terhadap aktivitas-aktivitas yang membutuhkan curah hujan yang banyak seperti pertanian," terang Ardhasena.

"Mulai bulan Oktober itu, sebagian besar Pulau Sumatera hingga sekitar wilayah Jambi, Sumatera Selatan itu sudah masuk musim hujan dari sisi barat," imbuhnya.




(nah/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads