Superkomputer Universitas Liverpool Prediksi Hasil Piala Dunia 2026, Siapa Juara?

ADVERTISEMENT

Superkomputer Universitas Liverpool Prediksi Hasil Piala Dunia 2026, Siapa Juara?

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 14 Jun 2026 10:59 WIB
Grup Piala Dunia 2026
Foto: Dok. Istimewa/FIFA
Jakarta -

Sejumlah pakar dari Sekolah Manajemen Universitas Liverpool membuat sebuah model superkomputer untuk memperhitungkan siapa pemenang Piala Dunia 2026. Dalam model superkomputer yang dibuat, terdapat 1.000 simulasi yang dijalankan dengan mempertimbangkan segala aspek mulai dari kebugaran hingga cuaca.

Dr Benjamin Holmes dan Profesor Ian McHale dari Pusat Bisnis Olahraga kampus telah memprediksi peluang setiap negara untuk memenangkan Piala Dunia dan mencapai setiap babak gugur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para ahli menggunakan teknologi pembelajaran mesin terbaru. Model peramalan mutakhir ini dikatakan mampu memprediksi hasil pertandingan berdasarkan kualitas pemain individu dan bagaimana mereka kemungkinan akan berinteraksi satu sama lain di lapangan.

Simulasi superkomputer ini memprediksi final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Spanyol, dengan Spanyol sebagai pengangkat trofi. Superkomputer tersebut sebelumnya juga dengan tepat memprediksi posisi kedua Inggris di Euro 2024.

ADVERTISEMENT

Persentase Kemenangan

Dikutip dari laman resmi Universitas Liverpool, superkomputer tersebut mengukur probabilitas kemenangan Inggris sebesar 17% versus 26,1% untuk Spanyol. Pesaing terdekat lainnya adalah Prancis (13,5%), lalu Argentina di posisi ke-4 (12,4%), dan peluang Portugal berada di angka probabilitas 10,6%.

Inggris diprediksi akan memenangkan grup mereka dengan lawan selanjutnya yang paling mungkin adalah Kongo kemudian Meksiko, sebelum menghadapi Brasil pada perempat final dan Portugal pada semifinal.

Kemudian ada Skotlandia, yang menurut simulasi superkomputer ini akan berada di urutan ketiga di grup mereka, dengan probabilitas 11,8% untuk mencapai babak 16 besar.

Holmes mengatakan sejak Euro 2024, pihaknya telah memperluas model simulasi dengan sejumlah fitur baru. Namun, ide intinya tetap sama, yaitu memperkirakan kemampuan pemain dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dan lawan mereka.

"Sekarang kami telah menambahkan simulasi cedera, skorsing, dan siapa yang mencetak gol. Kami bahkan memodelkan kondisi permainan, termasuk cuaca dan ketinggian yang sangat penting dalam turnamen besar tahun ini yang berlangsung di tiga negara tuan rumah," jelasnya.

"Meskipun model kami sependapat dengan bandar judi yang menjadikan Spanyol sebagai favorit, Norwegia muncul sebagai kuda hitam yang menonjol, dengan peluang 3,6% untuk memenangkan trofi di seluruh simulasi kami," lanjutnya.




(nah/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads