Menaker Targetkan Sebanyak Mungkin Lulusan Magang Nasional Jadi Karyawan Tetap

ADVERTISEMENT

Menaker Targetkan Sebanyak Mungkin Lulusan Magang Nasional Jadi Karyawan Tetap

Devita Savitri - detikEdu
Senin, 29 Jun 2026 13:46 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Dok. Kementerian Ketenagakerjaan
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli angkat bicara ketika ditanya apakah pemerintah meningkatkan target serapan tenaga kerja dari alumni program Magang Nasional di 2026.

"Targetnya sebanyak mungkin," jawabnya.

Hal tersebut dikatakan Yassierli dalam acara Launching Pembukaan Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan 2 Tahun 2026 di Pusat Kerja Kemnaker RI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program Magang Nasional disebut Yassierli merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Untuk itu, ia mencoba untuk menyeleksi lowongan secara ketat agar sesuai dengan kompetensi seorang lulusan perguruan ini.

"Saya yakin juga nanti kita akan bisa menseleksi perusahaan-perusahaan mana yang menurut kita memang punya benar-benar bisa nanti akan menjadi ruang magang untuk lulusan kita. Jadi kita berharap itu optimal," ungkap Yassierli.

ADVERTISEMENT

30 Persen Lulusan Magang Nasional Angkatan 1 Jadi Karyawan Tetap

Pada kegiatan yang sama, Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyoroti terserapnya lulusan program Magang Nasional Angkatan 1 sebagai tenaga kerja tetap. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), peserta magang yang diangkat jadi karyawan tetap mencapai 30 persen.

"Menariknya dari data Pak Menaker, di tahun yang lalu itu 100 ribu peserta magang dari tentunya pelamarnya mencapai hampir 400 ribu ya. Nah, jadi dari 100 ribu peserta magang itu setelah 6 bulan, 30% di antaranya itu langsung bekerja," paparnya.

Melihat data ini, Teddy menilai program ini merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah. Mereka difasilitasi oleh pemerintah untuk dapat langsung bekerja dan memperoleh penghasilan.

Sementara itu, Teddy tak memungkiri, pemerintah punya PR utama untuk menghadirkan lapangan kerja . Untuk itu, program ini menjadi salah satu upaya agar lulusan S1/D4/D3 bisa langsung bekerja usai resmi menyandang gelar sarjana.

Pada angkatan 2, program Magang Nasional 2026 dibuka untuk 150 ribu fresh graduate. Jumlah ini meningkat dari kuota penerimaan angkatan pertama, yakni sebesar 102 ribu peserta.

"Ada tambahan juga, jadi selain dari mahasiswa yang baru lulus S1, tapi juga nanti ada beberapa yang dapat ikut program ini, yaitu dari profesi, kemudian dari saudara-saudara kita penyandang disabilitas," sampainya.

Menambahkan Menaker, Seskab Teddy menegaskan jumlah 30% lulusan Magang Nasional yang langsung bekerja adalah berdasarkan data. Ia meyakini banyak perusahaan yang ingin merekrut tenaga kerja berpengalaman magang berangkat dari program ini pada 2-3 bulan ke depan.

"Nah jadi sesuai data Kemnaker, 30% sudah pasti langsung bekerja. Kemudian lebihnya sisanya itu dalam waktu 2-3 bulan ini akan direkrut oleh perusahaan-perusahaan lainnya," tandasnya.

Program Magang Nasional Angkatan 2 Tahun 2026 Batch 1 akan dibuka pada 15-28 Juli 2026 mendatang. Kuota pendaftaran untuk batch 1 adalah sebanyak 50 ribu orang peserta.




(det/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads