Pendidikan Kim Ju Ae, Remaja yang Disebut Penerus Kim Jong Un yang Nyetir Tank

ADVERTISEMENT

Pendidikan Kim Ju Ae, Remaja yang Disebut Penerus Kim Jong Un yang Nyetir Tank

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Selasa, 24 Mar 2026 12:00 WIB
Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae mengendarai tank bersama ayahnya
Foto: North Korea's official Korean Central News Agency via Reuters/Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae mengendarai tank bersama ayahnya.
Jakarta -

Putri kandung Kim Jong Un, Kim Ju Ae, tengah disorot dunia atas keterlibatannya dalam latihan militer Korea Utara. Gadis yang mampu mengendarai tank itu disebut-sebut akan melanjutkan kepemimpinan keluarga Kim.

Selama ini, privasi keluarga Kim Jong Un hampir sulit dimunculkan di publik. Namun, belum lama ini pemimpin tertinggi Korut itu mulai memperkenalkan putrinya di panggung kenegaraan dan terlibat dalam banyak acara penting.

Interaksinya dengan sang ayah dalam beberapa kesempatan juga banyak diperdebatkan dan memunculkan berbagai teori. Jika Kim Ju Ae benar-benar dipersiapkan sebagai penerus ayahnya, seperti apa pendidikan yang ditempuhnya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak ulasan di bawah ini, dikutip dari The Sunday Guardian, South Korea's intelligence agency (NIS).

Menempuh Pendidikan Non-Formal

Usia pasti Putri Kim Jong Un tidak diberitakan secara resmi. Namun, beberapa sumber memperkirakan usianya sekitar 12 atau 13 tahun dan tidak menjalani sekolah formal, dengan lahir sekitar tahun 2012 dan 2013.

ADVERTISEMENT

Ia diketahui mengenyam pendidikan rumahan atau homeschooling di Pyongyang. Diketahui, selain mengasah kemampuan akademik, ia juga harus menjalani serangkaian latihan fisik. Kim Ju Ae dikenal sebagai penunggang kuda yang andal serta pandai bermain ski dan berenang.

Menurut NIS, anak pertama dari Presiden Korut sebenarnya bukan Ju Ae, melainkan seorang laki-laki. Namun, informasi itu belum bisa dikonfirmasi sampai sekarang oleh lembaga resmi.

Adapun putri Kim Jong Un itu baru dikenal di publik pada November tahun 2022. Saat itu ia menemani ayahnya untuk menyaksikan peluncuran rudal balistik antarbenda, atau intercontinental ballistic missile (ICBM).

Debut Publik dan Standar Dinasti

Penampilannya di muka publik semakin banyak sejak debut pertamanya. Ia kerap ikut serta dalam berbagai kegiatan militer dan nonmiliter. Pada September 2025 lalu, ia menemani Kim Jong Un saat kunjungan ke Tiongkok dalam acara parade militer Hari Kemenangan.

Kunjungan tersebut sekaligus menandai debut diplomatik multilateral bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Meski gadis itu tidak tampak dalam parade, ini tetap menjadi sejarah penting bagi pemimpin Korea Utara.

Pada November 2025, ia juga ikut dalam proses peluncuran satelit mata-mata Malligyong-1. Satelit itu disebut mampu memantau kondisi Gedung Putih di Amerika Serikat (AS). Selain itu, pengumuman resmi tahun 2023 yang disiarkan Radio Free Asia telah melarang penggunaan nama "Kim Ju Ae" bagi rakyat Korut, untuk menjaga standar dinasti penguasa.

Sejumlah pengamat di Korea Utara menyebut nama Kim Ju Ae, yang artinya putri yang dicintai, telah berubah menjadi putri yang dihormati. Perubahan makna itu baru terjadi saat seseorang berada di takhta kekuasaan.

Pemantapan Posisi dan Perubahan Citra

Doktrin tentang keluarga Kim yang berasal dari garis keturunan yang suci telah meyakinkan masyarakat Korea Utara bahwa hanya mereka yang pantas menjadi pemimpin. Oleh sebab itu, beberapa analis menilai bahwa memunculkan putrinya ke hadapan publik merupakan cara Presiden Korut itu memantapkan posisinya.

Kendati demikian, kemunculan Kim Ju Ae yang dikaitkan dengan kondisi kesehatan Kim Jong Un yang menurun telah ditepis. Sebagian lain menganggap itu adalah cara untuk keluar dari stigma diktator dan patriarki.

Dosen Ilmu Politik di Oxford University dan ahli tentang Semenanjung Korea, Edward Howell, menilai penampilan Ju Ae adalah simbol yang ingin dipamerkan yang juga ditunjukkan para pendahulu pemimpin Korea Utara.

"Melihat para pemimpin sebelumnya, Kim Jong-il dan Kim Il-sung, ada banyak propaganda yang berfokus pada peran pemimpin Korea Utara sebagai figur keibuan dan kebapakan," ujar Howell.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads