Cerita Alya Hidupkan Mimpi Ibu: Dari SMAU CT Arsa ke Kampus-kampus Top Luar Negeri

ADVERTISEMENT

Cerita Alya Hidupkan Mimpi Ibu: Dari SMAU CT Arsa ke Kampus-kampus Top Luar Negeri

fahri zulfikar - detikEdu
Rabu, 15 Apr 2026 08:30 WIB
Lathifah Alya Agyunda, siswa SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo yang diterima di sederet kampus luar negeri.
Foto: Dokumen Pribadi/Lathifah Alya Agyunda, siswa SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo yang diterima di sederet kampus luar negeri.
Jakarta -

Kehilangan kedua orang tua saat duduk di bangku SMA bukan hal yang mudah. Namun, dengan keteguhan hati dan doa, Lathifah Alya Agyunda berhasil berjuang hingga pelan-pelan meraih mimpinya.

Alya, sapaannya, merupakan siswa kelas 12 di SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo. Tahun 2026 ini, ia berhasil diterima di tiga kampus luar negeri dan masih menunggu pengumuman dari kampus lain.

Apa yang Alya raih, didapat dengan perjuangan yang berat. Sejak TK, ibunya sudah meninggal dunia dan saat baru masuk SMA, ayahnya kemudian menyusul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ayah saya meninggal pada 3 bulan pertama saya di SMA, yang juga merupakan 3 bulan terberat saya di SMA," ujarnya kepada detikEdu, Selasa (14/4/2026).

Usaha, Doa, dan Dukungan dari Orang-orang Tercinta

Masa-masa sulit terus ia hadapi dari waktu ke waktu. Ia juga harus bisa mengelola waktu dengan baik. Mulai dari masalah kecil di lingkungan pertemanan, masalah ekonomi, rasa malas, momen harus ikhlas sama sesuatu, atau ragu sama diri sendiri sering banget muncul.

ADVERTISEMENT

Namun, selama melewati itu semua, Alya mendapat dukungan dari kakak perempuan beserta kakek dan neneknya.

Perlahan, Alya membangun semangat dan tekadnya kembali dalam belajar. Di SMAU CT Arsa, ia bersyukur mendapat dukungan langsung dari Ketua yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung.

Dengan usaha, doa, dan tekadnya, ia kemudian berhasil meraih mimpinya untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

"Alhamdulillah beribu syukur Alya panjatkan karena bisa diterima di kampus luar negeri yang awalnya terdengar sangat mustahil.. Tapi dengan usaha, doa, dan bantuan dari banyak pihak mulai dari Ibu Anita, bapak ibu guru, teman-teman, keluarga, dan diri saya sendiri, ternyata mimpi itu milik semua orang termasuk saya," katanya.

Kini, Alya telah diterima di tiga kampus yakni:

1. HAN University of Applied Science, Belanda - International Business

2. Western Sydney University, Australia - Human Resources

3. University of Wollongong, Australia - Sustainable Business

"Sekarang, saya masih menunggu beberapa universitas dan beasiswa lain seperti Turkiye Burslari, Brunei Darussalam Government Scholarship, dll. Mohon doanya," tuturnya.

Ingin Hidupkan Mimpi Ibu

Meski kedua orang tuanya tak lagi bersamanya, bagi Alya, mimpi-mimpi ayah dan ibunya tetap hidup. Mimpi yang hidup itulah yang menjadi motivasi Alya untuk bertahan dan melakukan yang terbaik dalam hidup.

Di sisi lain, ia punya mimpi sendiri sejak kecil, yaitu melihat luasnya dunia. Kini, satu langkahnya pun telah terwujud untuk segera melihat dunia di negara luar.

"Dua motivasi terbesar saya yaitu, yang pertama, mimpi kecil saya ketika SD yang ingin melihat dunia lebih luas, yang kedua, fondasi saya bertahan yaitu saya ingin menghidupkan mimpi ibu saya," ungkapnya.

Bagi Alya, ibunya memberi inspirasi yang besar. Terlebih, semasa sekolah, ibunya juga mendapatkan beasiswa dan sederet prestasi. Namun, ibunya harus berhenti di bangku SMA lantaran harus bekerja menghidupi kedua adiknya.

Sejak lama, mimpi ibunya untuk studi lanjut sudah berhenti. Namun, kini Alya menghidupkan kembali melalui jalannya.

"Insya Allah, Alya akan hidupkan mimpi Ibu... semoga Ibu ikut senang," harapnya.

Langitkan Banyak Doa

Alya menyadari bahwa saat ini perjalanannya masih panjang. Ia mengaku masih terus mencari dan menemukan jalannya.

"Sejujurnya, saya masih dalam proses menemukan cita-cita yang paling spesifik. Tapi yang pasti, saya ingin menjadi seseorang yang terus berkembang dan memiliki dampak yang baik melalui bidang yang relevan dengan studi saya. Di masa depan, saya akan selalu terbuka terhadap peluang yang ada," ujarnya.

Menurut Alya, mimpi harus digenggam erat-erat. Siapa saja bisa mengusahakannya dan melangitkan banyak doa.

"Untuk teman-teman yang sedang berjuang mewujudkan mimpinya, terus genggam mimpi itu erat-erat, usahakan, dan langitkan banyak doa. Meskipun masalah ekonomi menghalangi, bukan berarti mimpi itu tidak akan pernah terwujud. Kamu punya kendali penuh, keep going!" pesannya.




(faz/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads