Dinda Cetak Sejarah Siswa SLB Santi Rama Lolos SNBP 2026 di ITB, Apa Strateginya?

ADVERTISEMENT

Dinda Cetak Sejarah Siswa SLB Santi Rama Lolos SNBP 2026 di ITB, Apa Strateginya?

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Jumat, 17 Apr 2026 10:30 WIB
Dinda berfoto bersama adik Habibi (kiri) dan kakak Daffa (tengah) saat mengunjungi Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto: Dok. Pribadi
Foto: Dinda berfoto bersama adik Habibi (kiri) dan kakak Daffa (tengah) saat mengunjungi Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Keterbatasan bukanlah penghalang masa depan. Keyakinan itu dibuktikan oleh Zhafira Luthfiadinda, atau yang akrab disapa Dinda, seorang siswa Tuli yang berhasil mencetak sejarah baru bagi sekolahnya, SLB Tunarungu Santi Rama.

Dinda adalah siswa kelas 12 di SLB Tunarungu Santi Rama. Baru-baru ini, ia menerima pengumuman yang mengharukan tentang kelulusannya di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Capaian tersebut menempatkan Dinda sebagai siswa pertama dari SLB Santi Rama yang berhasil diterima di ITB Kampus Ganesha melalui jalur prestasi.

"Awalnya saya merasa terkejut campur bahagia ketika melihat hasil seleksi lolos SNBP. Bahkan tidak kepikiran bahwa saya bisa menjadi anak SLB pertama yang berhasil tembus ITB," ujar Dinda saat diwawancarai detikEdu, ditulis Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

Apa tips dan strategi Dinda hingga berhasil lolos SNBP 2026 di ITB Kampus Ganesha?

Strategi Lolos SNBP 2026 di ITB

Menurut Dinda, kunci dapat diterima di kampus favorit ada pada manajemen waktu, kedisiplinan yang ketat, serta konsistensi dalam mengejar prestasi nasional tanpa mengesampingkan nilai akademik di sekolah.

"Saya mengatur skala prioritas yaitu wajib memiliki prinsip, mengatur waktu, berusaha disiplin, menjaga keseimbangan antara belajar dan kegiatan lain," ungkap Dinda.

Selain itu, ia juga menerapkan teknik belajar mandiri dengan mencatat dan membaca materi secara berulang, terutama untuk memahami pelajaran secara menyeluruh guna mempertahankan nilai rapor.

Kesuksesan Dinda menembus FSRD ITB menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak SLB Santi Rama. Sebagai siswa Tuli pertama dari sekolahnya yang lolos ke ITB Kampus Ganesha, ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi teman-teman disabilitas lainnya.

"Pencapaian ini sangat berarti bagi saya sebagai siswi tuli dari SLB yang membuktikan bahwa anak SLB pun bisa lolos jalur SNBP. Semoga ke depannya lebih banyak lagi teman-teman tuli yang berkesempatan masuk PTN. Dan khusus Santi Rama semoga ini menjadi pembuka jalan untuk adik-adik kuliah di ITB melalui jalur SNBP," tuturnya.

Didukung Lingkungan Sekolah dan Keluarga

Ia terus memotivasi dirinya untuk membidik FSRD ITB sebagai tujuan utama. Selain faktor kualitas pendidikan, keteguhan Dinda juga diperkuat oleh pengalaman pribadinya.

"Saya memilih ITB karena kualitas pendidikannya yang sudah dikenal, memilih FSRD karena sesuai dengan bakat dan minat saya. Saya ingin berkarya di bidang seni dan desain," jelasnya.

Ia mengaku pernah melakukan observasi langsung ke gedung FSRD ITB saat mengunjungi kakaknya yang merupakan alumni Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB angkatan 2020.

"Waktu itu kakak saya kuliah di ITB. Saya pernah berkunjung ke kampusnya dan melakukan observasi ke FSRD nya," tambahnya.

Keberhasilan Dinda menembus ITB Kampus Ganesha juga tak lepas dari dukungan lingkungan sekolah. Metode pembelajaran di SLB Santi Rama sangat membantunya berkomunikasi dan memahami materi.

"Metode pembelajaran yang berbasis visual dan komunikasi yang jelas bisa membantu anak-anak SLB memahami bahasa," katanya.

Selain itu, dukungan moral dari para pendidik menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dirinya. Para guru dan lingkungan sekolah disebut selalu memberikan dukungan serta kepercayaan tanpa membatasi potensinya.

"Guru-guru dan lingkungan sekolah Santi Rama selalu memberi dukungan, kepercayaan dan tidak membatasi saya," ungkapnya.

Pihak sekolah pun disebut aktif membantu proses administratif saat pendaftaran SNBP berlangsung, sehingga Dinda dapat fokus mempersiapkan diri secara maksimal.

Dinda juga berpesan kepada teman-teman Tuli lainnya agar tidak ragu untuk memiliki impian yang tinggi. Ia mengajak teman-teman disabilitas untuk terus bangkit dan konsisten dalam berlatih.

"Bangkitkanlah dirimu jika memiliki impian, dan konsistenlah belajar serta berlatih dengan sungguh-sungguh. Pesan ini tidak hanya untuk adik-adik kelas di Santi Rama, tetapi juga untuk anak-anak SLB, baik swasta maupun negeri," pungkasnya.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads