Di Tengah Perang, Presiden Iran Dorong Universitas Jadi Pusat Inovasi dan Solusi

ADVERTISEMENT

Di Tengah Perang, Presiden Iran Dorong Universitas Jadi Pusat Inovasi dan Solusi

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Selasa, 21 Apr 2026 20:30 WIB
Iranian President Masoud Pezeshkian makes a statement during a meeting with the media following talks with Armenian Prime Minister Nikol Pashinyan in Yerevan, Armenia, August 19, 2025. Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Lice
Foto: Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights
Jakarta -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendorong perguruan tinggi menjadi pusat inovasi dan solusi di tengah situasi perang yang dihadapi negaranya. Ia menekankan kampus harus berada di garis depan dengan mengerahkan kapasitas ilmiah untuk menjawab berbagai persoalan nasional.

"Saya percaya bahwa tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi. Bahkan untuk setiap masalah, tidak hanya ada satu solusi, melainkan ratusan cara yang mungkin untuk menyelesaikannya," kata Pezeshkian seperti dilaporkan oleh Islamic Republic News Agency (IRNA) pada Minggu (19/4/2026) ditulis Selasa (21/4/2026).

Hal ini disampaikan Pezeshkian saat mengunjungi Kementerian Sains, Riset, dan Teknologi pada Minggu (19/4/2026) lalu. Ia juga menerima laporan terkait kondisi pendidikan tinggi, kinerja universitas, serta dampak kerusakan akibat perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, setiap persoalan tak hanya punya satu solusi, melainkan banyak alternatif. Karena itu, Pezeshkian meminta kampus lebih aktif berperan dalam menjawab berbagai tantangan nasional.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengapresiasi peran komunitas akademik dalam kemajuan sains, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan pendidikan, pengelolaan kampus di situasi krisis, serta mempertahankan dinamika kegiatan ilmiah.

Peran Akademisi di Luar Kampus

Pezeshkian menegaskan universitas sebagai wadah berbagai keahlian mulai dari ekonomi, pertanian, hingga sosiologi harus dimanfaatkan maksimal. Akademisi diminta tidak hanya berada di kampus, tetapi aktif turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan nyata.

"Saat ini negara kita menghadapi berbagai tantangan. Di tengah situasi di mana pihak luar mencoba menghambat kemajuan ilmu pengetahuan kita, para elite dan akademisi inilah yang mampu menghadirkan solusi," ujar Pezeshkian.

Ia juga mendorong pemuda untuk lebih aktif di sektor sosial dan ekonomi. Hal ini bertujuan agar kapasitas inovasi dan kreativitas bangsa semakin kuat untuk menjawab tantangan di tingkat global.

Persatuan Menghadapi Tantangan Global

Pezeshkian juga menyoroti dinamika regional dan internasional, khususnya konflik yang melibatkan kepentingan asing di kawasan. Menurutnya, ada upaya pihak tertentu mengeksploitasi sumber daya negara dengan memicu perselisihan.

Ia juga menegaskan tidak ingin memperluas perang karena tak menguntungkan pihak mana pun. Penguatan kerja sama dan kohesi antarnegara pun didorong.

Pezeshkian mengimbau negara kawasan tetap solid menghadapi tekanan eksternal. Persatuan dinilai penting untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas bersama.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads