Para orang tua di China mengajak anak-anak mereka mengikuti 'wisata industri'. Wisata industri ini membawa mereka mendatangi pusat teknologi tinggi untuk melihat proses manufaktur secara langsung.
Program studi tur industri ini menggantikan pilihan liburan tradisional bagi keluarga di perkotaan. Anak-anak juga diajak memahami logika kecerdasan buatan (Al) serta teknologi robotika agar lebih siap menghadapi perubahan zaman.
Program ini salah satunya diterapkan oleh pengusaha Terry Fang. Dua putranya di Guangzhou, Guangdong bisa menyaksikan navigasi pesawat listrik ini dengan mengunjungi perusahaan penerbangan rendah secara real-time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Putra saya sekarang percaya bahwa produk teknologi China memiliki keunggulan nyata," ujar Terry dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Minggu (3/5/2026), dikutip Senin (4/5/2026).
Lebih Bermakna dari Nilai Ujian
Tren ini mencerminkan kegelisahan orang tua kelas menengah di era kecerdasan buatan (Al). Mereka berharap "visual technological shock" atau guncangan teknologi visual dapat memperdalam pemahaman anak-anak mengenai dunia digital yang berubah sangat cepat. Melalui kunjungan lapangan ini, orang tua ingin anak-anak mereka memahami logika di balik teknologi modern.
"Jika seorang anak dapat memahami logika navigasi robot di tempat, atau mengembangkan minat pada cakar AI, itu terasa lebih meyakinkan daripada mendapatkan nilai 100 dalam ujian," ungkap seorang ibu di Guangzhou, He Huiying.
Bangun Loyalitas Merek Sejak Dini
Seorang anak berusia delapan tahun, putra dari Terry Fang, mengaku lebih menyukai tablet gim buatan lokal dibandingkan iPad. Hal serupa dirasakan oleh Jade Zheng di Shenzhen, yang menyebut anaknya kini memimpikan mobil dengan sistem kemudi pintar tercanggih buatan China.
"Anak saya sudah menyatakan bahwa mobil kami berikutnya harus memiliki sistem kemudi pintar domestik yang paling canggih. Itulah arti 'keren' baginya," ujar Jade Zheng.
Dalam tren yang kian populer ini, perusahaan teknologi seperti Xiaomi bahkan memberlakukan sistem undian untuk tiket kunjungan karena tingginya permintaan.
Sektor wisata industri ini diproyeksikan akan terus tumbuh pesat dengan target pendapatan mencapai 3 miliar yuan (sekitar Rp7,631 triliun) di Beijing pada 2027 mendatang.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di BeritaKlik.
(nah/nah)










































