Cerita Kristina Zai, Mahasiswi Non-Muslim yang Raih Cumlaude di UIN Jakarta

ADVERTISEMENT

Cerita Kristina Zai, Mahasiswi Non-Muslim yang Raih Cumlaude di UIN Jakarta

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 27 Mei 2026 15:00 WIB
Kristina, lulusan cumlaude UIN Jakarta yang merupakan non Muslim
Kristina, lulusan cumlaude UIN Jakarta yang merupakan non Muslim. Foto: UIN Jakarta
Jakarta -

Kristina Kriswindiani Zai membuktikan perbedaan latar belakang bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik di kampus berbasis agama Islam. Ia adalah seorang non-Muslim tetapi berkuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kristina baru saja lulus pada bulan Mei 2026.

Hal yang menarik darinya adalah saat momen wisuda. Meski memiliki latar belakang agama berbeda, tetapi Kristina tetap bisa lulus cumlaude dari UIN Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Awal Masuk UIN Jakarta

Kristina kemudian bernostalgia dengan kisahnya saat awal masuk UIN Jakarta. Ia lolos di prodi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Saat awal masuk kuliah, Kristina merasa campur aduk. Di satu sisi ia senang karena lolos di kampus negeri, tetapi di sisi lain ia juga sempat bertanya-tanya bagaimana menjalani perkuliahan di kampus berbasis Islam.

ADVERTISEMENT

"Sempat senang karena keterima, tapi juga ragu. Aku bisa masuk nggak ya? Bisa nyaman nggak ya di sini?" kenangnya dikutip dari laman UIN Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Keputusannya memilih UIN Jakarta bermula dari keinginannya mencari program studi Fisika di perguruan tinggi negeri kawasan Jakarta. Di tengah pencarian itu, ia menemukan Prodi Fisika di UIN Jakarta dan mulai tertarik mencoba pengalaman baru di lingkungan kampus Islam.

"Aku cari perguruan tinggi negeri di Jakarta yang punya Prodi Fisika, dan ternyata ada di UIN Jakarta. Sekalian juga penasaran, apakah non-muslim bisa kuliah di UIN Jakarta," tuturnya.

Pengalaman Kuliah di Kampus Islam

Kristina juga sempat bingung harus bagaimana caranya berpakaian. Awalnya, ia juga sempat kesulitan dalam beradaptasi.

"Awalnya bingung soal prosedur berpakaian dan penyesuaian lainnya. Tapi teman-teman di kampus dan di prodi sangat baik dan suportif," katanya.

Namun, perbedaan yang banyak dilihat dan dirasakan Kristina justru menumbuhkan toleransinya. Ia jadi tahu berbagai budaya Islam.

"Seru banget karena jadi tahu lebih banyak tentang budaya dan tradisi keislaman. Jadi nambah wawasan juga," ujarnya.

Akhirnya Lulus Cumlaude

Kristina merasa bangga dirinya bisa lulus cumlaude dari UIN Jakarta. Padahal, pada masa awal kuliah ia sempat harus banyak beradaptasi dan ragu.

Kristina memperoleh IPK 3,62. Ia lulus setelah menyelesaikan skripsinya yang berjudul "Rancang Bangun Sistem Deteksi Tingkat Kematangan Buah Tomat Berbasis Sensor TCS3200 Dengan Indikator Audio".




(cyu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads