Inovatif, Peneliti ITS Ciptakan Alat Deteksi Kandungan Minyak Babi dalam Makanan

ADVERTISEMENT

Inovatif, Peneliti ITS Ciptakan Alat Deteksi Kandungan Minyak Babi dalam Makanan

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 03 Jun 2026 20:00 WIB
Hasil reaksi warna pada strip test kit rancangan dosen Departemen Teknik Fisika ITS Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama timnya yang menunjukkan kandungan minyak babi.
Hasil reaksi warna pada strip test kit rancangan dosen Departemen Teknik Fisika ITS Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama timnya yang menunjukkan kandungan minyak babi. Foto: Dok ITS
Jakarta -

Kandungan halal-haram makanan menjadi perhatian khusus bagi umat muslim. Terlebih saat berpergian ke luar negeri, muncul keraguan akan kandungan makanan yang dikonsumsi.

Untuk menjawab kekhawatiran ini, tim peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi berupa strip test kit pendeteksi kandungan minyak babi. Penelitian ini dipimpin oleh Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama beberapa peneliti dari Pusat Studi Halal ITS, salah satunya Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alat ini dirancang mirip dengan strip pengecek pH pada air. Tanpa harus melalui pengecekan laboratorium yang rumit, alat ini menggunakan prinsip perubahan warna berbasis material nano.

Bersama dengan timnya, Ruri menerangkan, eksperimen ini dilakukan untuk mendapatkan formula reagen yang sensitif terhadap kandungan minyak babi pada makanan. Produk inovasi ini dikembangkan dengan teknik deteksi berbasis optis atau sinyal optis perubahan warna.

ADVERTISEMENT

"Jadi akan terjadi perubahan warna dari reagen akibat bereaksi secara kimia dengan kandungan minyak yang ditarget," papar Ruri dalam laman ITS dikutip Rabu (3/6/2026).

Ruri bersama tim berencana untuk terus mengembangkan alat ini. Tidak hanya sebatas mendeteksi kandungan minyak babi, strip ini diharapkan akan mampu mendeteksi berbagai kandungan pemicu alergi.

"Tidak hanya terbatas halal dan haram, bahan pemicu alergi lainnya juga akan kami kembangkan dengan metode kolorimetri yang sama, hanya saja formulasi reagen dan katalisnya berbeda," ungkap dosen Departemen Teknik Fisika ITS itu.

Ruri berkomitmen agar timnya dapat melakukan produksi material hingga alat deteksi ini secara mandiri. Saat siap didistribusikan di pasaran, harga setrip pendeteksi kandungan minyak babi ini diperkirakan Rp 10 ribu per setrip.

"Harga jual akan lebih rendah lagi jika alat ini berhasil diproduksi dalam skala yang lebih besar," ujarnya.




(nir/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads