Sebuah dialog sempat terjadi antara Presiden Prabowo dengan seorang siswa dalam kunjungan Presiden ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali pada Minggu (7/6/2026). Siswa yang bernama Gede Bagus Abimanyu tersebut sempat menceritakan pengalamannya sebagai korban bullying saat masih sekolah dasar.
Prabowo memberikan sejumlah pesan kepada Bagus sambil menyampaikan bahwa dirinya pun masih sering diejek ketika sekarang sudah jadi Presiden. Apa pesan Prabowo kepada siswa tersebut?
Dirundung Saat Masih SD
Pada acara ini, Bagus diundang oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk berbicara di depan audiens terkait pengalamannya mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat selama hampir 11 bulan. Ia menyebut, ibunya merupakan seorang penatu dan sedari kecil sudah ditinggal oleh ayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya saat masih jenjang sekolah dasar, saya sering mendapatkan ejekan dari teman-teman karena saya dulu anak yang pendiam dan tidak terlalu suka berkumpul dengan teman-teman," kata Bagus menceritakan pengalamannya, dikutip dari siaran ulang YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (8/6/2026).
"Dulu saya pernah hampir sampai putus asa dan tidak masuk sekolah selama beberapa hari. Tapi ibu saya memberikan saya dukungan sampai saya memiliki kembali semangat saya untuk belajar," imbuhnya.
Bagus menyebut, sejak masuk ke SRMP 17 Tabanan, ia jadi harus berkenalan dengan orang baru dengan melawan trauma. Sekarang, ia menjadi salah satu anggota organisasi Duta Antibullying di sekolah.
Bagus berharap, keterlibatannya tersebut bisa membantu mencegah bullying di sekolah dan menjaga teman-temannya agar tidak merasakan perundungan yang dulu ia alami.
"Saya ingin menyampaikan bahwa sehancur-hancur apapun anak itu jika diberikan dukungan dan lingkungan yang tepat, maka anak itu dapat dirakit kembali," kata Bagus.
Respons Prabowo
Prabowo berpesan kepada siswa SRMP 17 di Tabanan, Bali agar belajar dengan keras dan disiplin, patuh kepada guru, dan mencintai orang tua. Ia juga meminta agar murid-murid tersebut rukun dengan sesama teman serta bersikap baik dan sopan terhadap orang lain.
Prabowo turut berpesan agar peserta didik di sana tidak menjelek-jelekkan orang lain dan membenci orang lain. Menurutnya, kerukunan adalah kunci dari keberhasilan.
"Terima kasih. Tadi siapa? Bagus ya. Gede Bagus. Kamu dulu diejek, enggak apa-apa ya. Enggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya sering diejek, sampai sekarang presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa. Yang penting hatimu teguh ya. Hati kita baik," kata Prabowo
"Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan. Dihina, sopan. Ya, jangan kecil hati. Terima kasih. Kau nanti akan berhasil," lanjutnya.
Prabowo menyebut ada banyak orang berhasil yang berasal dari keluarga sangat miskin, akan tetapi anaknya tidak mau menyerah.
"Anaknya tidak mau putus asa, anaknya selalu gembira di tengah kesulitan cari yang baik, pasti akan ada kebaikan yang datang. Kita percaya itu. Terima kasih," kata Prabowo.
(nah/twu)










































