Manfaatkan Limbah Kulit Buah MBG, MAN 1 Medan Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Jepang

ADVERTISEMENT

Manfaatkan Limbah Kulit Buah MBG, MAN 1 Medan Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Jepang

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 07 Jul 2026 17:15 WIB
Siswa/siswi MAN 1 Medan yang raih medali emas pada ajang inovasi internasional di Jepang.
Siswa/siswi MAN 1 Medan yang raih medali emas pada ajang inovasi internasional di Jepang. Foto: Kementerian Agama RI
Jakarta -

Tak selalu berdampak buruk, limbah bisa menjadi bahan dasar untuk sebuah produk baru melalui inovasi yang tepat. Hal ini diwujudkan oleh tim MAN 1 Medan.

Berawal dari memanfaatkan limbah kulit buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tim MAN 1 Medan bisa memboyong medali emas dari ajang inovasi di Jepang. Ajang tersebut bertajuk Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026.

JDIE diselenggarakan oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIPA) bersama Chizal Corporation dan Indonesian Innovation and Invention Promotion Association (INNOPA). Kompetisi ini berlangsung di Kansai Airport Conference Hall, Izumisano, Osaka, Jepang, 1-7 Juli 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim MAN 1 Medan terdiri dari tujuh siswa, yakni Rafa Ruzain Ahmad, Tiara Qalbi Aswani, Azka Azzahra Putri Dalimunthe, Sandria Shelba Yafizham Harahap, Ariq Zaidan Dhiaufa Siregar, Zahraa Putri Syahbana, dan Fauzul Huda. Ketujuhnya bertarung menghadapi peserta dari Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, hingga Kroasia dan Kanada, serta sejumlah negara lain.

ADVERTISEMENT

Green Resource for Eco-Friendly Engineering and Natural Construction (GREEN)

Dalam ajang ini, tim MAN 1 Medan membawa inovasi bertajuk Green Resource for Eco-Friendly Engineering and Natural Construction (GREEN). Mereka secara langsung mempresentasikan GREEN di hadapan dewan juri internasional yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan pakar inovasi dari berbagai negara.

Dalam penelitiannya, tim MAN 1 Medan didampingi oleh tiga pembina, yakni Muhammad Doni Anggara, Ulfa Mashitah, dan Ahmad Zaki Mubarak. Mereka menyatakan ide awal GREEN hadir saat siswa mengamati adanya potensi penumpukan sampah organik dari pelaksanaan program MBG di sekolah.

Mereka memfokuskan pada kulit buah-buahan seperti pisang, jeruk, semangka, pepaya, dan melon. Limbah kulit buah ini kemudian diolah menjadi bahan baku bata (eco-brick) dan genteng yang ramah lingkungan.

"Jika tidak dikelola, limbah ini akan berakhir di TPA (tempat pembuangan akhir) dan menyumbang emisi gas rumah kaca," ungkap Ulfa dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag).

Untuk menghasilkan inovasi GREEN, tim mengumpulkan limbah kulit tersebut, mengeringkannya, lalu digiling menjadi bubuk. Bubuk organik ini nantinya akan dicampur dengan tanah liat, semen, dan perekat alami sebelum dicetak menjadi bata atau genteng.

Ahmad Zaki menyebut inovasi siswa MAN 1 Medan ini sudah terbukti memiliki kualitas, bila didasarkan hasil presentasi di hadapan juri internasional. Dengan begitu, produk GREEN bisa bersaing.

"Dengan rincian aspek performa Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Value), Karakteristik Ringan (Lightweight), Daya Tahan (Durability), Kualitas Tekstur dan Ketahanan Terhadap Air (Water Resistance)," urai Ahmad Zaki.

Tim Ekstrakurikuler KIR

Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal mengucap syukur, bangga, dan apresiasi kepada siswa-siswinya. Prestasi ini menurutnya menjadi bukti bila murid madrasah bisa bersaing di tingkat internasional.

Menariknya, para siswa/siswi yang tergabung dalam delegasi MAN 1 Medan merupakan anggota ektrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Prestasi ini bagi Faisal telah membawa kebanggaan bagi madrasah, masyarakat Sumatera Utara, dan Indonesia.

"Selamat dan sukses kepada Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan atas raihan Gold Medal pada Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026 di Osaka, Jepang. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berkarya demi kemajuan bangsa," ucap Reza.

Tidak hanya berkompetisi, selama JDIE siswa juga mengikuti sesi pameran inovasi, diskusi akademik, serta pertukaran pengalaman dengan delegasi internasional. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi ketujuh siswa/siswi untuk memperluas jejaring kerja sama dan wawasan global.




(det/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads