Sabrina Chairunnisa Undur Diri dari S3 UI, Soroti Absen yang Jadi Syarat Kelulusan

ADVERTISEMENT

Sabrina Chairunnisa Undur Diri dari S3 UI, Soroti Absen yang Jadi Syarat Kelulusan

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 08 Jul 2026 10:31 WIB
sabrina chairunnisa
Sabrina umumkan pengunduran diri dari S3 UI. Foto: dok Instagram sabrinachairunnisa_
Jakarta -

Model dan influencer, Sabrina Chairunnisa beri pengumuman mengundurkan diri dari program Doktoral (S3) Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI). Apa alasannya?

Sabrina menyampaikan pengumuman tersebut melalui postingan media sosial Instagram miliknya @sabrinachairunnisa_. Dalam keterangan postingan tersebut ia menyampaikan studi S3 ini sangat berarti, tetapi harus ia lepaskan.

"Sulit rasanya melepaskan sesuatu yang dulu sangat berarti, tapi terkadang melangkah maju berarti memiliki keberanian untuk memilih jalan yang berbeda. Segala sesuatu berubah. Rencana berubah. Orang berubah. Tapi satu hal tetap sama, kita harus terus bergerak maju. Sampai jumpa, UI," katanya dikutip, Rabu (8/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soroti Absensi yang Jadi Syarat Kelulusan

Lebih lanjut, Sabrina kembali menyebut keputusannya untuk mengundurkan diri sangatlah tidak mudah. Namun, ia mengatakan telah memiliki prioritas yang baru.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan itu, Sabrina juga menyoroti aturan UI yang menjadikan absensi sebagai bobot utama/syarat kelulusan atau ujian akhir. Ia berharap ke depan kampus di Indonesia bisa lebih fleksibel seperti negara lain.

"Hopefully (semoga) ke depan universitas-universitas di Indonesia gak menjadikan absensi sebagai bobot utama syarat kelulusan/syarat final exam kaya negara lain ya," sampainya.

Dalam postingan tersebut, Sabrina juga membalas komentar warganet yang ikut membahas penerapan absensi sebagai syarat kelulusan. Ia menyetujui komentar terkait sekolah di luar negeri lebih mengutamakan proyek dan hasil akhir tes sebagai syarat kelulusan.

Sabrina kemudian menyebutkan contoh pendidikan di Singapura. Menurutnya, pendidikan di negara tetangga itu memang super ketat, tapi tidak memedulikan absensi.

UI menurut Sabrina masih memberlakukan masalah absensi ini. Sebagai mahasiswa S3, ia diharuskan menghadiri mata kuliah tatap muka dengan jadwal yang kurang fleksibel.

"UI masih banget (mempertimbangkan absensi). Mana kelasnya sehari 1 matkul (mata kulia), benar-benar buang waktu. Sementara kan, ga semua orang S3 nganggur atau bisa 'cuti kerja selama masa studi S3' kaya para PNS," jelasnya.

Program studi (prodi) S3 Ilmu Komunikasi yang ia lalui di UI hanya memiliki program reguler. Selepas mengundurkan diri, Sabrina tengah mempersiapkan diri pindah ke New York Amerika Serikat.

"Doktoral Ilkom UI tidak ada research only ya. Hanya ada reguler jadi tatap muka dan research. Dan dosen UI memang super ketat soal absen. Then again, kaya aku bilang di caption, things change, ya kalau dulu mikirnya aman aja tapi namanya hidup siapa yang tahu," cerita Sabrina.

"Siapa yang ngira kalau di usia 33 aku baru nata kehidupan baru. Pun intinya karena mau pindah di NY, itu aja sih karena emang udah ga memungkinkan kalo ga tinggal di Indo perkara absen walau cuman tatap muka 1 semester lagi," imbuhnya.

Di suatu komentar, Sabrina menjelaskan saat ini karier merupakan prioritasnya. Hal ini dikarenakan ia memiliki 100 siswa/mahasiswa yang bergantung padanya melalui Beasiswa Sabrina Chairunnisa.

Berdasarkan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemdiktisaintek, status Sabrina di UI belum berubah menjadi mengundurkan diri. Ia resmi masuk UI pada Februari 2025 lalu dan status terakhirnya cuti.

Saat ini, Sabrina menyebut dirinya tengah berada di Korea Selatan untuk menjalani summer school (sekolah musim panas). Setelah summer school berakhir, ia akan kembali ke Indonesia, lalu melanjutkan kehidupan ke NY.

"Sekarang di Korea, lagi summer school. Abis summer school, balik Indo for a weeks, then back to NY," ucapnya.

Sabrina menegaskan bila alasan utama pengunduran diri adalah ingin melanjutkan kehidupan di NY, AS. Adapun soal fleksibilitas absensi menjadi harapan besarnya untuk pendidikan tinggi di Indoensia ke depan.




(det/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads