Jakarta - Museum Kebangkitan Nasional ramai dikunjungi jelang peringatan 20 Mei. Tempat ini menjadi saksi lahirnya Boedi Oetomo dan kesadaran nasional Indonesia.
Foto Edu
Mengenang Lahirnya Boedi Oetomo di Museum Kebangkitan Nasional
Pengunjung melihat koleksi, diorama, patung separuh badan, dan artefak sejarah di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026). Kunjungan meningkat menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei.
Hari Kebangkitan Nasional diperingati untuk mengenang berdirinya organisasi modern Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Organisasi tersebut menjadi penanda lahirnya perjuangan nasional yang lebih terorganisasi.
Museum Kebangkitan Nasional merupakan gedung bersejarah yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional. Bangunan itu juga dikenal sebagai lokasi awal munculnya organisasi pergerakan modern Boedi Oetomo.
Sebelum menjadi museum, gedung tersebut merupakan sekolah kedokteran bentukan pemerintah kolonial Belanda bernama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA). Dalam perjalanannya, bangunan itu mengalami beberapa kali alih fungsi sebelum ditetapkan sebagai museum.
Sebelum 1908, perjuangan melawan penjajah masih bersifat kedaerahan dan mudah dipatahkan. Kehadiran Boedi Oetomo menandai perubahan arah perjuangan menjadi lebih modern, terorganisasi, dan berlandaskan semangat nasionalisme.
Presiden Soekarno menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada 1948. Penetapan itu dilakukan untuk memperkuat persatuan rakyat Indonesia di tengah agresi militer Belanda dan dinamika politik pascakemerdekaan.










































