Penerimaan mahasiswa baru 2026 akan segera dimulai. Pada angkatan kali ini, Universitas Indonesia (UI) akan melakukan pemerataan kuota mahasiswa ke 400 kabupaten/kota.
Sebelumnya,HeriHermansyah selaku Rektor UI menyampaikan tahun 2025 lalu UI menerima sekitar 13.000 mahasiswa baru dari 360 kabupaten/kota. Kemudian pada 2024, ada mahasiswa dari 270 kabupaten/kota yang berhasil terseleksi.
Baca juga: Rektor UI Beberkan Alasan Pendirian Prodi AI |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, UI ingin melakukan pemerataan mahasiswa dengan menargetkan bisa menyaring mahasiswa dari 400 kabupaten/kota.
"Mudah-mudahan di 2026 bisa nembus 400-an kota kabupaten, apalagi ada beberapa pemekaran misalnya di Papua," harap Heri.
Heri mengatakan UI tidak hanya ingin memperluas kesempatan belajar, tetapi juga akan membantu mencarikan beasiswa.
"Kita akan membantu mencarikan beasiswanya supaya mereka tidak hanya diterima di UI tetapi juga bisa survive selama 4 tahun," ujarnya.
Heri berpesan agar calon mahasiswa baru tidak takut untuk berkuliah di UI. Meski berada di wilayah perkotaan dengan stereotipe yang 'mahal', Heri memastikan UI tidak melihat latar belakang ekonomi.
"UI tidak melihat apa latar belakang ekonomi, yang dilihat adalah prestasi. Siapapun yang berprestasi dan lolos di UI, dari manapun kita akan terima," ujarnya.
Salurkan Bantuan Laptop
Menurut Heri, PR UI adalah harus mencarikan biaya mahasiswa untuk biaya hidup bulanan dan tempat tinggal. Heri menyampaikan UI memiliki asrama mahasiswa
Kemudian untuk tunjangan fasilitas, UI telah memberikan 20 laptop kepada 20 mahasiswa.
"Tahun lalu, kita memberikan 20 laptop untuk 20 orang yang ekonominya terbawah. Jadi kita ada datanya yang ekonominya terbawah 20 orang, kita kasih laptop," ujarnya.
Selain itu, sebanyak 400 mahasiswa baru 2025 juga telah diberikan beasiswa KIP Kuliah (KIPK). Beasiswa ini adalah bantuan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berupa bantuan biaya pendidikan dan tunjangan hidup bagi mahasiswa kurang mampu.
UI juga membuka peluang untuk pengurangan UKT dan beasiswa dari berbagai pelaku industri. Oleh karena itu, Heri berpesan agar tidak perlu takut biaya jika ingin kuliah di UI.
"Selama berprestasi, UI sangat welcome bagi talent-talent terbaik di Indonesia ini," ujarnya.
(nir/nwk)










































