UI Bikin Sistem Akademik Baru, Bisa Layani 40 Ribu Mahasiswa Sekaligus

ADVERTISEMENT

UI Bikin Sistem Akademik Baru, Bisa Layani 40 Ribu Mahasiswa Sekaligus

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Rabu, 04 Mar 2026 20:30 WIB
Rektor UI Prof Heri Hermansyah meluncurkan UI Digital Leap 2026
Foto: (Abdur Rahman Ramadhan/BeritaKlik)
Depok -

Universitas Indonesia (UI) memperbarui sistem akademiknya dengan meluncurkan Student Lifecycle Management (SLCM) Academic sebagai pengganti SIAK-NG yang telah digunakan selama dua dekade. Sistem baru ini diklaim mampu menampung hingga 40 ribu pengguna secara bersamaan dan terintegrasi dengan layanan kampus lain.

Direktur Direktorat Transformasi Digital (DTD) UI Dr Muhammad Rifqi Shihab menjelaskan sistem ini dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan sistem lama.

"SIAK-NG itu akan crash kalau ada lebih dari 1.200 pengguna. Jadi sistem ini memang nggak mungkin aman. Sistem ini kita siapkan untuk bisa meng-handle 30 sampai 40 ribu pengguna berbarengan," ujar Rifqi dalam acara UI Digital Leap 2026 di Gedung Pusat Administrasi UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gantikan Sistem Lama yang Sudah 20 Tahun

Rektor UI Prof Heri Hermansyah menyebut pembaruan sistem akademik menjadi salah satu langkah penting dalam transformasi digital universitas.

"Untuk sistem administrasi akademik, kita ini sudah hampir 20 tahun belum melakukan updating dan sekarang itu dilakukan," ujar Geru dalam wawancara pascaacara UI Digital Leap 2026.

ADVERTISEMENT

SLCM mengelola seluruh siklus akademik mahasiswa, mulai dari pendaftaran, perkuliahan, hingga wisuda. Sistem ini juga terhubung dengan layanan pembayaran, beasiswa, dan sertifikat digital.

Ditambahkan Rifqi, tampilan baru SLCM dibuat lebih modern dan ramah pengguna. Sistem juga dirancang agar reliabilitas dan ketersediaannya lebih tinggi dibanding versi sebelumnya.

Terintegrasi dengan Layanan Lain

SLCM Academic menjadi bagian dari 40 sistem digital yang dikembangkan UI sepanjang 2023-2024. Rifqi menjelaskan, sistem baru ini akan menjadi pusat integrasi bagi berbagai layanan akademik di universitas.

"Yang baru di sini adalah ini siap terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi lainnya. Mungkin dari perspektifnya sebagai dosen experience-nya sama, tapi perspektifnya sebagai mahasiswa nanti nggak perlu entri data dua kali dari penerimaan sampai ke SIAK-NG," katanya.

Selain itu, sistem juga membuka peluang integrasi dengan layanan pembayaran mahasiswa dan pengelolaan beasiswa. UI berharap sistem baru ini dapat memperbaiki kendala yang kerap muncul pada sistem lama.

"Harapannya dengan sistem baru ini SIAK (laman akademik mahasiswa sebelumnya) crash bisa ditanggulangi, dan juga SIAK Error bisa berkurang," ujar Rifqi.

Gandeng Mahasiswa dan Alumni

UI melibatkan mahasiswa dan alumni dalam pengembangan 40 sistem digital kampus yang menjadi bagian dari program UI Digital Leap 2026. Seluruh sistem ini dirancang dan dikerjakan secara internal oleh tim dari berbagai fakultas dan unit di lingkungan universitas.

Wakil Rektor UI Bidang Infrastruktur dan Fasilitas Agus Setiawan mengatakan, transformasi digital UI dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya internal kampus.

"Dalam pengembangan transformasi digital ini seluruhnya melibatkan internal UI. Jadi dari UI, oleh UI, dan untuk UI," ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam acara UI Digital Leap 2026.

Menurut Iwan, demikian Agus Setiawan biasa disapa, sejumlah sistem yang dikembangkan melibatkan mahasiswa magang dan alumni yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi.

"Perlu kami sampaikan bahwa dalam pengembangan beberapa aplikasi itu seperti asrama, kemudian sistem parkir, kemudian juga sistem wisuda, itu dikembangkan oleh mahasiswa magang di Direktorat Transformasi Digital. Kemudian kita juga meng-empower alumni yang mengembangkan sistem yang lebih kompleks," katanya.

Kolaborasi Lintas Fakultas

Pengembangan sistem digital UI dilakukan melalui kerja sama lintas fakultas dan lembaga di kampus. Tim dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Lembaga Sains Terapan (LST) MIPA, dan Lemtek Fakultas Teknik turut berkontribusi dalam pembuatan berbagai aplikasi kampus.

Setiawan menjelaskan, sistem yang dipresentasikan dalam acara peluncuran, termasuk video dan tampilan visualnya, juga dikerjakan oleh sivitas akademika UI.

"Bahkan nanti ada video yang akan ditampilkan dalam kegiatan hari ini, semuanya dikerjakan oleh mahasiswa UI, oleh alumni UI, tim dari Fasilkom, dan tim dari program studi Broadcast di Vokasi UI," urainya.

Tingkatkan Efisiensi Layanan Kampus

Melalui kolaborasi tersebut, UI menargetkan terciptanya layanan kampus yang lebih efisien dan terintegrasi di semua bidang. Pengembangan aplikasi meliputi sistem akademik, keuangan, riset, hingga operasional kampus seperti parkir dan asrama.

Program UI Digital Leap 2026 juga menjadi momentum awal bagi universitas untuk memperkuat kapasitas digitalnya sebelum beralih ke sistem berbasis kecerdasan buatan.

"Makanya judulnya Digital Leap, kita akan buat lompatan-lompatan yang lebih jauh untuk lebih unggul dan impactful," kata Iwan.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Respons FH UI soal Grup Chat Mahasiswa Diduga Berisi Pelecehan Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads