Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto menegaskan pencatutan nama perguruan tinggi tertentu tanpa izin dalam kasus pemalsuan riset, merupakan tindakan penipuan. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan proses hukum terhadap empat terduga pelaku pemalsuan karya ilmiah di konferensi internasional.
Keempat terduga pelaku pemalsuan riset tersebut adalah Rifaldy Fajar, Prihantini, Rini Winarti, dan Riana Dwi Kurniawati.
Brian menyebut, sebagian besar dari pelaku tidak memiliki afiliasi sebagai dosen ataupun peneliti di kampus di Indonesia. Maka dari itu sebenarnya secara administratif pelanggaran ini di luar kewenangan Kemdiktisaintek, meskipun pada akhirnya disiapkan proses hukum untuk menimbulkan efek jera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timbulkan Citra Negatif untuk Peneliti Indonesia
Brian turut menegaskan kejadian ini berpotensi menimbulkan citra negatif untuk para peneliti dari Indonesia. Ia menyebut, dari sisi substansi, riset palsu yang disampaikan para terduga pelaku memiliki kualitas yang sangat tidak memadai sebagai suatu karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Meskipun status pelaku di luar (kementerian) perguruan tinggi, tetapi secara etika dan juga secara tampilan dunia internasional ini akan sangat bisa membuat citra yang negatif untuk peneliti-peneliti di Indonesia," kata Mendiktisaintek dalam rapat kerja bersama Komisi DPR RI, dilihat dari siaran ulang YouTube TVR Parlemen pada Rabu (3/6/2026).
Keempat Terduga Pelaku Alumni UNY 2019-2021
UNY membenarkan keempat terduga pelaku kasus pemalsuan riset merupakan alumninya. Mereka lulus antara tahun 2019-2021.
Walau demikian, UNY menegaskan tindakan yang dilakukan para pelaku tidak ada kaitannya dengan kampus. Wakil Rektor UNY bidang Akademik Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, MPd, PhD, mengatakan tindakan keempatnya murni bersifat individu.
"Tindakan 4 alumni tersebut bersifat individu dan tidak ada kaitannya dengan UNY karena mereka bukan dosen, tendik ataupun mahasiswa aktif UNY," jelasnya kepada detikEdu, Selasa (2/6/2026).
Lebih lanjut, UNY juga menerangkan, afiliasi penelitian atau keterangan mengenai institusi atau organisasi tempat penulis bernaung saat melakukan riset, tidak ada di UNY.
Para pelaku diketahui menuliskan nama Department of Liver Transplant Surgery, Computational Biology and Medicine Laboratory, Yogyakarta State University. Departemen tersebut tidak ada di UNY, baik di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam maupun di Fakultas Kedokteran.
(nah/twu)










































