Orang RI Baru Dapat Kerja Rata-rata 20 Bulan Setelah Lulus, Apa Penyebabnya?

ADVERTISEMENT

Orang RI Baru Dapat Kerja Rata-rata 20 Bulan Setelah Lulus, Apa Penyebabnya?

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 08 Jun 2026 19:00 WIB
1.Sejumlah pencari kerja memadati area Job Fair di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Selasa (19/5/2026). Mereka terlihat membawa map berisi dokumen lamaran hingga curriculum vitae untuk mencoba peruntungan mendapatkan pekerjaan di tengah persaingan ke
Sejumlah pencari kerja memadati area Job Fair di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Selasa (19/5/2026). Foto: Pradita Utama / detikfoto
Jakarta -

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis laporan tentang waktu transisi dari lulus pendidikan terakhir ke bekerja. Laporan ini bertajuk "Transisi Tenaga Kerja di Indonesia: Profil dan Gambaran Durasi Pencarian Kerja" dan ditulis oleh M Fajar Ramadhan, SE dan M Fathur Rahman, SE.

LPEM FEB UI menggunakan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 untuk dianalisis. Dalam data ini, fokusnya adalah kelompok usia 15 tahun ke atas.

Adapun definisi durasi pencarian kerja adalah lama waktu yang dibutuhkan (dalam hitungan bulan) untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka usaha sendiri setelah menyelesaikan pendidikan terakhir. Definisi ini juga mencakup mereka yang sudah bekerja setelah menyelesaikan pendidikan tertinggi, tetapi saat ini sedang tidak bekerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari laporan tersebut, durasi rata-rata masyarakat di Indonesia untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan terakhir adalah 19,8 bulan (hampir 20 bulan) atau 1 tahun 8 bulan.

Lebih Tinggi Pendidikan, Lebih Lama Dapat Kerja

Salah satu faktor penentu durasi pencarian kerja adalah pendidikan. Secara teori, pendidikan lebih tinggi meningkatkan peluang kerja. Namun, pada praktiknya lulusan perguruan tinggi di Indonesia memiliki durasi pencarian kerja lebih panjang daripada lulusan pendidikan yang lebih rendah (Pasay & Indrayanti, 2012). Mengapa demikian?

ADVERTISEMENT

Lulusan pendidikan menengah ke bawah punya masa transisi lebih singkat karena pekerjaan yang tersedia tidak menuntut banyak persyaratan ketat. Oleh sebab itu, pekerjaan apa pun bisa dikerjakan, asalkan yang bersangkutan tidak keberatan. Pada umumnya, pekerjaan mereka dikaitkan dengan profesi jenis blue collar.

Selain itu, lulusan pendidikan tinggi punya masa transisi ke status bekerja lebih lama karena ada mismatch antara jurusan pendidikannya dan ketersediaan lapangan kerja, serta ekspektasi terhadap jenis pekerjaan dan tingkat upah lebih tinggi.

Durasi Mendapat Pekerjaan Berdasarkan Pendidikan

1. Lulusan S1/S2/S3

Generasi pekerja 1990-2000: 18,28 bulan
Generasi pekerja 2001-2010: 16,49 bulan
Generasi pekerja 2011-2025: 16,74 bulan

2. Lulusan D1/D2/D3/D4

Generasi pekerja 1990-2000: 15,25 bulan
Generasi pekerja 2001-2010: 16,57 bulan
Generasi pekerja 2011-2025: 18,29 bulan

3. Lulusan SMA/MA/SMK

Generasi pekerja 1990-2000: 22,32 bulan
Generasi pekerja 2001-2010: 19,77 bulan
Generasi pekerja 2011-2025: 21,16 bulan.

Faktor-faktor Durasi dari Lulus ke Bekerja

Selain pendidikan, faktor-daktor lain yang memengaruhi durasi transisi dari lulus ke bekerja adalah kesesuaian jurusan dengan pekerjaan, pengalaman kerja dan keterampilan, lokasi tempat tinggal, ekspektasi upah, dan gender.

Laki-laki membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapat pekerjaan pertama setelah lulus. Menurut A Pasay dan Indrayanti (2023) tentang reservation wage, individu dengan ekspektasi upah lebih tinggi, cenderung lebih selektif dan bersedia menunggu lebih lama sampai menemukan pekerjaan yang memenuhi standar minimumnya. Dalam hal ini, tekanan sosial terhadap laki-laki untuk memperoleh pekerjaan yang dinilai layak secara ekonomi maupun status sosial, juga membuat mereka selektif memilih pekerjaan.




(nah/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads