UI Evaluasi Internal SUMA UI soal Dukung LGBT, Alumni Sesalkan Unggahan

ADVERTISEMENT

UI Evaluasi Internal SUMA UI soal Dukung LGBT, Alumni Sesalkan Unggahan

Tim detikEdu - detikEdu
Minggu, 14 Jun 2026 16:21 WIB
Kampus UI
Foto: Nikita Rosa/detikedu
Jakarta -

Universitas Indonesia (UI) akan mengevaluasi internal soal unggahan pers mahasiswa Suara Mahasiswa (SUMA) UI terkait pride month yang mendukung LGBTIQ. Alumni SUMA UI pun menyesalkan unggahan SUMA UI itu.

"Terkait dinamika yang berkembang atas unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengenai isu Pride Month serta orientasi seksual dan identitas gender, Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut murni merupakan pandangan redaksional dari organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan. Konten tersebut tidak mencerminkan sikap resmi Universitas Indonesia maupun keseluruhan sivitas akademika UI," demikian keterangan resmi UI yang disampaikan Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Dr Erwin Agustian Panigoro, MM, dikutip Minggu (14/6/2026).

UI menyatakan pihak kampus menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan akademik yang demokratis. Kebebasan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan pandangan secara kritis serta bertanggung jawab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, sebagai institusi pendidikan tinggi, UI berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, dan norma yang berlaku di Indonesia.

UI juga menyatakan pihak kampus menjunjung tinggi integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta senantiasa mengupayakan terciptanya lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan mutlak UI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Dalam semangat tersebut, UI memandang kampus sebagai ruang dialog dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai pandangan. Namun, setiap pendapat perlu disampaikan secara santun, tidak provokatif, dan sesuai dengan etika akademik," demikian pernyataan UI.

ADVERTISEMENT

UI menambahkan, kebebasan berekspresi harus selalu diiringi dengan tanggung jawab sosial agar perbedaan pandangan tidak memicu polarisasi atau perpecahan di tengah masyarakat.

"Menindaklanjuti dinamika dan keresahan yang timbul di tengah masyarakat terkait unggahan tersebut, Pimpinan UI saat ini tengah melakukan penelaahan dan langkah-langkah evaluasi lebih lanjut secara internal. Proses ini dilakukan bersama otoritas kampus terkait untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan senantiasa sejalan dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, serta berpedoman pada koridor kebebasan akademik yang bertanggung jawab," tegas UI.

Untuk itu, UI mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas agar saling menghormati dan menjaga persatuan. UI percaya bahwa iklim kampus yang sehat dibangun melalui penyampaian aspirasi yang konstruktif dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Alumni SUMA UI Sesalkan Unggahan soal Pride Month

Sementara itu, alumni pers mahasiswa SUMA UI menyesalkan unggahan SUMA UI di Instagram dan X soal Pride Month.

"Alumni Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) menyesalkan unggahan di Instagram dan X (sebelumnya Twitter) Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) berjudul Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan. Alumni SUMA UI sudah berusaha memberi masukan ke Redaksi SUMA UI untuk mempertimbangkan konteks sosial kemasyarakatan seraya tetap menjaga independensi redaksi dalam menjalankan kerja jurnalistiknya," demikian pernyataan alumni SUMA UI dikutip dari akun media sosial mereka, @ilunisumaui pada Minggu (14/6/2026).

Badan Otonom Pers Suara Mahasiswa (SUMA) UI sejak awal berdiri tahun 1992 telah menjadi unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang menjaga keberagaman. SUMA UI menjadi ruang berekspresi berbagai golongan dan mempertahankan sikap moderat serta nonpartisan. Dalam sejarah panjang kerja keredaksian mahasiswanya, SUMA UI menyajikan hasil peliputan yang mengedepankan standar kerja jurnalistik yang berimbang tanpa memihak salah satu golongan tertentu.

"Alumni SUMA Ul dengan ini menyatakan keberatan dan menyesalkan unggahan tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan semangat organisasi pers mahasiswa untuk tidak condong pada salah satu golongan tertentu," demikian tegas Alumni SUMA UI.

Alumni juga menyesalkan sikap pengurus redaksi SUMA UI yang tidak membuka ruang dialog dan masukan atas unggahan yang menimbulkan keresahan baik di kalangan civitas akademika UI, alumni UI maupun masyarakat pada umumnya. Unggahan tersebut dinilai alumni menimbulkan dampak buruk terhadap gerakan mahasiswa UI.

Alumni SUMA UI menjunjung tinggi pelaksanaan kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab dan mempertimbangkan konteks etika dan moral yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.

"Alumni SUMA UI akan terus membuka upaya dialog dengan pengurus Redaksi SUMA UI. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi," tutup alumni SUMA UI.

Sebelumnya viral di media sosial unggahan SUMA UI berjudul "Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan". Unggahan itu berilustrasi siluet Garuda Pancasila dengan latar belakang bendera pelangi.

Unggahan SUMA UI yang kontroversialUnggahan SUMA UI yang kontroversial Foto: (Dok SUMA UI)

Caption berjudul "Pride Month" yang menuliskan tentang Hari Lahir Pancasila, tetapi masih ada penindasan terhadap komunitas LGBTIQ+.

Unggahan itu akhirnya dihapus dari feeds Instagram maupun X oleh akun SUMA UI.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Viral Aksi Ciuman Sesama Jenis Mahasiswa PNJ di Kampus"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads