Komisi X DPR Dukung Upaya Kemdiktisaintek Akhiri Dikotomi PTN-PTS

ADVERTISEMENT

Komisi X DPR Dukung Upaya Kemdiktisaintek Akhiri Dikotomi PTN-PTS

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 18 Jun 2026 18:00 WIB
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan jajaran saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan jajaran saat Rapat Kerja bersama Komisi X DPR. Foto: YouTube DPR RI
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus melakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Langkah ini bertujuan mendorong pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, mengapresiasi langkah Kemdiktisaintek dalam memberikan perhatian yang lebih besar kepada perguruan tinggi swasta. Menurut Sofyan, upaya ini merupakan terobosan baru di lingkungan pendidikan tinggi.

"Inilah menteri pertama yang tidak ada dikotomi antara swasta dan negeri. Legasi yang Bapak buat, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi, ini merupakan pertama kali yang terjadi, sehingga Bapak layak disebut menteri yang sayang sama perguruan tinggi swasta," ujar Legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu dalam siaran Rapat Komisi X dan Kemdiktisaintek di YouTube TV Parlemen, dikutip pada Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PTS Akan Dapat BOPT pada 2027

Salah satu upaya mendorong keadilan untuk PTS adalah dengan mengalokasikan anggaran Kemdiktisaintek pada 2027 untuk disalurkan kepada PTS sebagai Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPT). Dalam pagu indikatif 2027, anggaran untuk BOPT ini dialokasikan sebesar Rp 650 miliar.

ADVERTISEMENT

Dalam mewujudkan program bantuan baru untuk PTS yang akan menyasar 918.376 mahasiswa tersebut, Kemdiktisaintek mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun.

Tambahan Anggaran Disepakati DPR

Secara keseluruhan, mulanya anggaran yang diajukan Kemdiktisaintek untuk tahun 2027 sebesar Rp 64,84 triliun. Kemudian, Kemdiktisaintek juga mengusulkan tambahan Rp 17,18 triliun untuk membantu peningkatan program lain, termasuk BOPT.

"Dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi sejumlah Rp64.843.192.624.000. Kemudian usulan tambahan yang disetujui oleh Bapak-Ibu Komisi X berjumlah Rp17.182.347.497.000," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto

Komisi X DPR menyepakati usulan anggaran Rp 64,84 triliun tersebut beserta tambahannya senilai Rp 17,18 triliun. Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, menilai tambahan anggaran perlu untuk mendukung program pendidikan tinggi yang masih penting digalakkan.

"Program di Kemdiktisaintek yang belum terpenuhi antara lain Program KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia, Beasiswa ADIK, program pendukung peningkatan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi dan iptek, hingga tunjangan profesi dosen non-PNS, BOPTN, BOPT, dan fasilitasi pembinaan kelembagaan melalui LLDIKTI," kata Lalu.

Sofyan berharap Kemdiktisaintek dapat memperluas akses pendidikan tinggi. Ia juga mengingatkan untuk tidak melupakan PTS karena kontribusinya sama terhadap penyediaan pendidikan bagi masyarakat.




(cyu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads