Presiden Prabowo Subianto melontarkan pujian untuk para guru besar yang dimiliki Indonesia. Hal itu disampaikannya pada gelaran Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026, Jumat (26/6/2026).
"Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi saya untuk bicara di hadapan begitu banyak guru-guru besar. Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara," tuturnya pada acara Sarasehan Kebangsaan di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ia menegaskan guru besar yang berasal dari kampus-kampus Indonesia merupakan sosok penting yang mampu membangkitkan dan memajukan bangsa. Setiap inovasi, perubahan, dan kemajuan di setiap bangsa berasal dari pemikir-pemikir terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau negara mau bangkit, negara mau maju memang harus dimanfaatkan atau digerakkan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus," paparnya.
Sebagai presiden, Prabowo mengaku memiliki tanggung jawab untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan melibatkan para ilmuwan dan guru besar.
Ia mengungkapkan sejumlah posisi strategis di lingkungan pemerintahan saat ini diisi oleh kalangan akademisi. Menurutnya, keterlibatan para profesor dalam pengambilan keputusan merupakan langkah yang tepat.
"Kalau saudara simak hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan. Sudah benar," tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengibaratkan pemimpin sebagai nahkoda atau pilot. Seorang nahkoda atau pilot menurutnya, harus memiliki awak yang handal agar kapal/pesawat bisa sampai ke tujuan.
"It is not the technology, it is not the equipment, it is the man and the woman behind the equipment. Jadi, saudara-saudara, dengan kesadaran itu, saya sangat berterima kasih atas inisiatif konfensi ini yang mengikut sertakan sebuah Sarasehan Kebangsaan," tandasnya.
(det/pal)











































