Siswa SD-SMP tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Namun selain TKA, siswa di Jawa Barat juga akan mengikuti pemetaan kompetensi Matematika.
Program tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pendidikan dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pemetaan dilakukan berbasis sampel untuk memetakan penguasaan kompetensi Matematika siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya akan menjadi dasar kebijakan dan perbaikan pembelajaran berbasis data di Jawa Barat. Adapun tes berlangsung pada Februari 2026 pada 6.840 siswa SD dan SMP.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Edy Tri Baskoro menjelaskan, pemetaan ini bertujuan mengidentifikasi tingkat penguasaan siswa terhadap aspek kompetensi matematika. Hasil tes akan menjadi umpan balik bagi siswa dan sekolah serta policy brief berbasis data bagi pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan.
"Sehingga, nanti kita bisa memiliki peta kompetensi matematika siswa SD dan SMP, policy brief untuk perbaikan kurikulum dan pembelajaran serta menciptakan model pemetaan berbasis digital yang dapat direplikasi secara nasional," ujar Edy dalam laman Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dikutip Rabu (21/1/2026).
Berbeda denganTKA
Ketua Senat Akademik ITB tersebut menjelaskan pemetaan kompetensi ini berbeda dengan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang telah dilaksanakan oleh siswa SMA sederajat. Menurutnya, tes pemetaan kompetensi ini serupa dengan PISA. Sebagai informasi, PISA adalah program di bawah Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk menilai kemampuan anak di usia 15 tahun dalam bidang matematika, sains, dan membaca.
"Pemetaan ini bukan sensus, berbeda dengan TKA, tetapi semacam PISA (Programme for International Student Assessment). Yaitu, program yang dilakukan berdasarkan sampel dari jumlah populasi," tuturnya.
Pemetaan ini akan terdiri dari lima pilar kompetensi matematika, yaitu pemahaman konsep, kefasihan penerapan prosedur, berpikir logis dan bernalar, kemampuan pemecahan masalah serta komunikasi dan representasi matematika.
Adapun sampel yang diambil adalah siswa SD dan SMP di wilayah Cekungan Bandung, meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.
Pemetaan kompetensi matematika akan berlangsung pada 3-4 Februari 2026 untuk tingkat SMP sederajat dan 10-11 Februari 2026 untuk tingkat SD sederajat.
Meningkatkan Angka Partisipasi SMA dan Perguruan Tinggi
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) Disdik Jabar, Ai Nurhasan, mengatakanpemetaan tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA dan perguruan tinggi di Jabar.
"Mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi agar ini berjalan sistematis. Sehingga, kita mendapatkan gambaran, solusi, dan dapat berkontribusi bersama untuk kemajuan dunia pendidikan di Jabar," harapnya.
(nir/nwk)










































