Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebesar Rp 181 triliun tidak diperuntukan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pengajuan ABT Kememdikdasmen ini bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami sudah paparan di DPR soal ABT ini dan saat ini sedang dalam posisi menunggu keputusan," kata Mu'ti dikutip dari Antara, Kamis (5/3/2026).
Ia menyebut penambahan anggaran dalam APBN di tahun berjalan ini bersifat mendesak. Hal itu ia sampaikan usia Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Semarang, Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahan tersebut ditujukan untuk revitalisasi 20 ribu satuan pendidikan dan tambahan alokasi Interactive Flat Panel (IFP) untuk 325 ribu sekolah.
MBG Bagian dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Sementara itu, Mendikdasmen mengatakan MBG adalah bagian dari implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
"Jadi, MBG memiliki kaitan yang sangat langsung dengan program Kemendikdasmen," katanya.
Tujuh kebiasaan tersebut di antaranya bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
MBG juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang termasuk program prioritas nasional. Mu'ti menyebut ada banyak penanaman nilai yang terkandung yakni disiplin, tertib, nilai spiritual-sosial, budaya bersih, tata krama, dan lainnya.
MBG Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa
Sebelumnya, Kemendikdasmen, bekerja sama dengan Lab Sosio Universitas Indonesia, menemukan bahwa MBG memiliki kontribusi terhadap pendidikan karakter dan motivasi belajar siswa.
Kajian tersebut melaporkan bahwa MBG membantu siswa dalam mendapatkan pangan bergizi. Selain itu, MBG juga memberikan pengalaman kebersamaan siswa dalam makan maupun semangat belajar.
"Oleh karena itu, program ini diharapkan berkelanjutan dan ditingkatkan kualitasnya" tuturnya.
Penerima MBG Capai 49 Juta Anak
Menurut laporan Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen, MBG telah didistribusikan ke 288.845 sekolah dari total 434.812 sekolah. Artinya, distribusi MBG telah mencapai 66,5 persen.
Adapun penerima manfaat MBG telah mencapai 49.614.433 siswa dari target 53.394.088 siswa.
Artinya, distribusi MBG sudah mencapai 93 persen. Saat ini, masih ada 3.780.445 pelajar yang belum menerima.
Sembunyikan kutipan teks
"Jadi, capaiannya sudah sangat tinggi," kata Mu'ti.
(cyu/twu)










































