Tak 100% Siswa Ikut TKA SMP, Kemendikasmen Ungkap Alasannya

ADVERTISEMENT

Tak 100% Siswa Ikut TKA SMP, Kemendikasmen Ungkap Alasannya

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 06 Apr 2026 10:09 WIB
TKA di SMPN 2 Curug Tangerang, Ditinjau Langsung Mendikdasmen pada Senin (6/4/2026)
TKA di SMPN 2 Curug Tangerang, Ditinjau Langsung Mendikdasmen pada Senin (6/4/2026). Foto: Cicin Yulianti/BeritaKlik
Jakarta -

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin mengatakan sebanyak 2% siswa SMP/sederajat tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia pun mengungkap alasan di baliknya.

"Kita belum deteksi tapi yang 2% kan sesuai regulasi kita ini opsional. Jadi itu bagian dari opsional yang tidak memilih TKA," kata Toni saat meninjau langsung pelaksanaan TKA hari pertama di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten pada Senin (6/4/2026).

Menurutnya, sebanyak sekitar 2% peserta tidak mengikuti TKA karena sifatnya yang tidak wajib. Ia juga menegaskan bahwa TKA ini jangan dianggap wajib.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya enggak harus, kan tidak wajib," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Faktor Siswa Tidak Siap Ikut TKA

Adapun alasan yang mungkin terjadi pada siswa yang tidak ikut TKA menurut Toni adalah ketidaksiapan. Baik kesiapan psikologis atau lainnya.

"Jadi ada beberapa begini di lapangan kami temukan, ada yang memang dia tidak siap ya. Tidak siapnya bisa karena faktor-faktor yang bersifat psikologis, itu memang ada yang tidak siap," tutur Toni.

Selain itu, keputusan orang tua juga turut memengaruhi. Beberapa orang tua menilai TKA bukan prioritas utama dibandingkan hal lain yang dianggap lebih penting bagi anak mereka.

"Yang kedua, ada sebagian orang tua yang berpendapat tidak perlu TKA karena menurut dia yang lain lebih penting, kira-kira begitu. Tapi semua adalah pilihan ya, semuanya adalah pilihan dan karena itu kami tetap berprinsip bahwa TKA ini adalah pilihan, tidak wajib," tegasnya.

Adapun sebagian kecil yang tidak ikut, menurut Toni bisa jadi karena adanya hambatan intelektual yang dialami siswa.

"Dan 2% itu mungkin bagian dari hambatan intelektual siswa, bisa juga ada yang begitu," ujar lulusan University of Groningen tersebut.

Kendati demikian, Kemendikdasmen menekankan bahwa peserta yang mengikuti TKA adalah mereka yang benar-benar siap. Di sisi lain, terdapat pula sekolah yang mencatatkan partisipasi hingga 100%.

"Nah, tekanannya Bapak-Ibu sekalian, ini kita sedang menciptakan sejarah baru di Kemendikdasmen karena tadi Pak Menteri menyampaikan five in one. Dalam satu aktivitas kita menghasilkan lima data yang sangat penting untuk perbaikan mutu. Saya kira ini adalah sejarah untuk asesmen yang terintegrasi yang baru dilakukan oleh kementerian," kata Toni.




(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads