Kemendikdasmen Revitalisasi 124 Sekolah di NTB, Ada yang Tak Lagi Belajar Shift

ADVERTISEMENT

Kemendikdasmen Revitalisasi 124 Sekolah di NTB, Ada yang Tak Lagi Belajar Shift

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 19 Mei 2026 15:30 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti  ketika berpidato di acara Peresmian Revitalisasi sekolah di NTB, Minggu (17/5/2026).
Mendikdasmen Abdul Mu'ti ketika berpidato di acara Peresmian Revitalisasi sekolah di NTB, Minggu (17/5/2026). Foto: Sanusi Ardi/detikBali
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan revitalisasi 124 sekolah Nusa Tenggara Barat (NTB). Jumlah itu terdiri dari 87 sekolah di Kabupaten Lombok dan 37 sekolah di Kabupaten Sumbawa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut revitalisasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan nasional.

"Revitalisasi dan digitalisasi itu bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan bagian dari usaha kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan kualitas layanan pendidikan itu kita harapkan dapat ditingkatkan mutu pendidikan dalam rangka membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas, terampil, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki komitmen terhadap masa depan dan kemajuan bangsa dan negara," kata Mu'ti dikutip dari laman Kemendikdasmen, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NTB Terima Rp 527 M untuk Revitalisasi Sekolah

Mu'ti menjabarkan, NTB telah menerima dana bantuan revitalisasi mencapai Rp 527,5 miliar. Bantuan tersebut disalurkan ke 531 sekolah selama tahun 2025.

ADVERTISEMENT

Ada sebanyak 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 37 SMK, 20 SLB, serta 11 PKBM/SKB sebagai penerima bantuan revitalisasi. Khusus di Lombok Timur, revitalisasi dialokasikan untuk 87 sekolah.

Lombok Timur menerima dana revitalisasi sebesar Rp 105,9 miliar. Sementara Sumbawa menerima sebanyak Rp 28,1 miliar yang diberikan kepada 37 sekolah.

Lombok-Sumbawa Juga Terima Smartboard

Selain program revitalisasi, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menerima sebanyak 7.080 Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard ke 7.080 sekolah dengan total anggaran sebesar Rp236,1 miliar.

Lombok Timur menerima sebanyak 1.739 IFP dengan total bantuan Rp 47,1 miliar. Sementara Sumbawa sebanyak 730 sekolah dengan dana Rp 24,3 miliar.

"Ini merupakan wujud misi yang lurus bahwa setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern. Visi Kemendikdasmen adalah memberikan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta. Kami berharap sarana prasarana yang sudah diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, termasuk perangkat digitalisasi pembelajaran yang telah diberikan," ujar Mu'ti.

Pembelajaran Tak Lagi Shift

Kepala SMK Negeri 1 Sikur, Hasbi Ahmad mengaku dengan adanya revitaliasi ini sekolahnya tak perlu lagi melakukan double shift pembelajaran. Sekolahnya menerima bantuan mencapai Rp 978 juta.

"Anak-anak sangat senang karena bangunannya sesuai standar, pencahayaan ruang kelas bagus, dan ruangannya nyaman. Motivasi mereka untuk datang ke sekolah juga semakin tinggi," katanya.

Begitu juga dirasakan oleh siswa SLBN 3 Lombok Timur. Kepala Sekolah SLMB 3 Lombok Timur yakni Azri Sofyan menyampaikan sekolahnya kini memiliki dua ruang kelas, dua ruang keterampilan, dan satu paket toilet.

"Sebelum mendapatkan revitalisasi, kami sangat kekurangan ruangan. Anak-anak banyak belajar dalam satu ruangan dengan tiga rombongan belajar sehingga kegiatan pembelajaran kurang optimal," ungkapnya.




(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads