Kemendikdasmen Siap Gelar Program Bedah Buku Rutin, Buku Pertama Bahas Masa Depan RI

ADVERTISEMENT

Kemendikdasmen Siap Gelar Program Bedah Buku Rutin, Buku Pertama Bahas Masa Depan RI

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 26 Mei 2026 07:00 WIB
Bedah Buku Bermutu Kemendikdasmen
Bedah Buku Bermutu Kemendikdasmen. Foto: Devita Savitri/detikEdu
Jakarta -

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Sesjen Kemendikdasmen) Suharti ungkap siap menggelar program Bedah Buku Bermutu secara rutin. Program ini dimulai dengan bedah buku 2045 Hz Frekuensi Masa Depan Indonesia karya Fahd Pahdepie.

"Program Bedah Buku Bermutu rencananya akan kita lakukan secara reguler. Kita akan pilih buku-buku bermutu yang bisa membuat kita lebih tajam lagi untuk tahu apa isi dunia dan apa isi dari pikiran-pikiran para penulis buku untuk kita diskusikan," tuturnya dalam acara Bedah Buku Bermutu 2045 Hz Frekuensi Masa Depan Indonesia di Perpustakaan Kemendikdasmen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Bedah Buku Bermutu menjadi upaya Kemendikdasmen untuk memastikan budaya membaca murid Indonesia semakin kuat. Suharti menilai negara maju pasti memiliki tingkat literasi yang kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program ini juga berupaya mengubah pemikiran bila perpustakaan hanyalah tempat menyimpan buku. Ke depan, perpustakaan diharapkan menjadi pusat literasi.

"Kita hadirkan bedah buku bermutu di perpustakaan Kemendikdasmen untuk menegaskan sekali lagi peran perpustakaan sebagai pusat literasi," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Pandangan Kemendikdasmen Soal 2045

Tentang buku karya Fahd Pahdepie, Suharti menilai, 2045 akan diisi oleh tenaga kerja unggul yang kini masih bersekolah PAUD atau SD. Untuk itu, mereka harus dipersiapkan sebaik mungkin melalui pendidikan yang unggul.

"Yang menjadi pertanyaan yang relevan bagi kita semua sekarang adalah apa yang perlu kita siapkan hari ini untuk memastikan mimpi kita memiliki SDM unggul di tahun 2045?," tanya Suharti.

Pertanyaan itu coba dijawab Fahd Pahdepie melalui bukunya. Suharti menyoroti Fahd mengajak pembaca untuk berpikir serius dalam menghadapi masa depan Indonesia.

"Buku yang disiapkan oleh Kang Fahd mengajak kita berpikir serius tentang pertanyaan tadi apa yang akan, apa yang perlu kita siapkan," paparnya.

Pada kesempatan yang sama Fahd melihat, untuk membangun Indonesia Emas 2045 masyarakat harus punya frekuensi yang sama. Setelah frekuensinya sama, masyarakat harus menciptakan gerakan bersama agar Indonesia bisa maju.

"Kalau kita bergetar, merasa terlibat di dalam frekuensi yang sama, maka kita bisa resonin. Kita gak perlu ngobrol lagi, kita udah sama-sama tau. Pokoknya kita mau yang terbaik buat bangsa ini," ungkap Fahd.

Fahd kembali menekankan untuk menciptakan Indonesia maju, bukan hanya menjadi tugas negara atau individu. Melainkan, tugas kolektif seluruh masyarakat sebagai suatu bangsa.

"Tugasnya bukan tugas individu, bukan juga hanya tugas negara, tapi tugas kolektif sebagai bangsa," tegasnya.

Sinopsis Buku 2045 Hz Frekuensi Masa Depan Indonesia

Buku 2045 Hz: Frekuensi Masa Depan Indonesia adalah sebuah manifesto ajakan untuk menyetel diri dan bangsa pada frekuensi terbaiknya menuju Indonesia 2045 yang penuh harapan. Di buku ini, Fahd Pahdepie menghadirkan bahan refleksi bersama, khususnya generasi muda.

Generasi muda merupakan generasi yang menjadi nyawa Indonesia 2045 mendatang. Fahd menyatukan filsafat, spiritualitas, dan membeberkan studi kasus dari beragam praktik dan metode yang sudah dilakukan, baik dari dalam maupun luar Indonesia.

Fahd percaya bahwa bangsa Indonesia memiliki satu hal yang lebih mendalam, mengakar, dan menjadi nyawa bersama melintasi zaman. Ia ingin mengembalikan kekuatan "Resonansi Kebangsaan" yang kokoh dan jadi pegangan generasi muda Indonesia.




(det/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads