Apakah detikers sudah siap dengan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan seleksi mandiri tahun ini? Ada baiknya kalian melakukan persiapan belajar lebih dini untuk menghadapinya.
Cara belajar setiap orang memang bisa berbeda-beda. Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa kalian ketahui agar belajar lebih efektif dan hasilnya lebih terlihat.
Jika kalian termasuk yang tidak mengikuti bimbingan belajar (bimbel), simak beberapa tipsnya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips Belajar Mandiri Tanpa Bimbel
1. Menerapkan Pembelajaran Aktif
Membaca materi secara berulang belum tentu membuat kalian memahami materi. Dikutip dari The Learning Center College of Arts and Sciences, University of North Carolina at Chapel Hill, ini beberapa cara belajar 'aktif':
- Buat panduan belajar berdasarkan topik. Rumuskan pertanyaan dan masalah, lalu tulis jawaban lengkapnya. Buat kuis kalian sendiri.
- Berperanlah sebagai guru. Ucapkan bahan belajar dengan lantang menggunakan kata-kata sendiri seolah-olah instruktur dan sedang mengajarkan konsep-konsep tersebut di hadapan kelas.
- Buatlah contoh-contoh yang berkaitan dengan pengalaman kalian sendiri.
- Buat peta konsep atau diagram yang menjelaskan materi.
- Kembangkan simbol yang mewakili konsep.
Untuk kelas nonteknis misalnya bahasa Inggris atau sejarah, pahami ide-ide besarnya sehingga kalian dapat menjelaskan, membandingkan, dan mengevaluasinya kembali.
Untuk kelas teknis, kerjakan soal-soal dan jelaskan langkah-langkahnya serta mengapa langkah-langkah tersebut berhasil.
2. Bukan Seberapa Lama, Tapi Seberapa Rutin Belajar
Sesi belajar yang panjang bisa jadi menyebabkan kurangnya konsentrasi dan dengan demikian, daya ingat ikut berkurang.
Maka, detikers perlu mengontrol jadwal belajar. Penting juga untuk tetap realistis mengenai berapa lama lama kalian akan menghabiskan waktu untuk setiap sesi belajar.
3. Tetap Termotivasi
Penting untuk menyadari apa yang memotivasi kalian dalam belajar dan mengingatkan diri sendiri tentang apa yang akan kalian peroleh. Ada dua kategori dari motivasi, seperti dikutip dari University of Sheffield:
Motivasi Ekstrinsik
- Keinginan untuk melakukan sesuatu untuk mendapatkan hadiah atau menghindari hukuman.
- Motivasi seperti ini berfungsi ketika tugas memiliki seperangkat aturan yang jelas dengan solusi yang jelas.
- Dapat memberikan stimulus jangka pendek yang bermanfaat.
- Contoh motivator ekstrinsik adalah belajar keras untuk ujian karena ingin mendapatkan nilai bagus atau beasiswa atau bekerja keras dalam menyusun laporan karena takut gagal.
Motivator ekstrinsik dapat menjadi pendorong tindakan yang ampuh, terutama dalam jangka pendek. Kalian juga dapat menerapkan hadiah atau insentif untuk mendorong membuat kemajuan dalam suatu tugas.
Motivasi intrinsik
- Berasal dari minat dan ambisi yang tulus
- Tidak mengasumsikan imbalan
- Keinginan untuk melakukan sesuatu karena menyenangkan, penting, menarik, relevan dengan kehidupan dan dunia, atau merupakan bagian dari sesuatu yang lebih besar
- Terkait erat dengan kemandirian dan otonomi
Contoh motivator intrinsik adalah belajar untuk mendapatkan suatu gelar karena menyukai subjeknya; memilih disertasi karena merasa hal menantang, menarik, dan mengasyikkan; dan sebagainya.
Motivator ekstrinsik dapat membantu kalian tetap berada di jalur yang benar dalam jangka panjang. Sementara, mengingatkan diri sendiri tentang motivasi intrinsik dapat membantu kalian mengatasi tantangan dan tetap positif.
4. Atur Area Belajar Kalian
Sebaiknya pisahkan secara jelas area belajar dan bersantai kalian. Jika tidak memiliki ruang belajar khusus, kalian bisa sesederhana membuat area belajar sementara di meja dapur atau mengenakan headphone untuk memblokir gangguan.
Berdasarkan sebuah artikel ilmiah bertajuk "Work-Life balance and Working from Home" oleh Tracey Crosbie dan Jeanne Moore dalam jurnal Social Policy and Society, orang yang bekerja di rumah menegaskan pentingnya memisahkan ruang kerja dan ruang santai untuk mempertahankan atmosfer sedang bekerja.
Hal tersebut bermanfaat bagi diri sendiri dan memberikan sinyal kepada orang-orang yang tinggal bersama kalian. Hal yang sama juga bisa diterapkan dalam belajar, tidak hanya untuk yang bekerja di rumah.
5. Tetapkan Tujuan
Menetapkan tujuan adalah bagian penting dari proses pembelajaran. Apa yang ingin kalian capai minggu ini, bulan ini?
Untuk memastikan tujuan kalian semaksimal mungkin, bisa menerapkan metode SMART, yaitu:
Specific: Apa tepatnya yang ingin kalian lakukan?
Measurable: Bagaimana kalian tahu bahwa kalian telah mencapai tujuan tersebut? Apa hasil yang diharapkan?
Achieavable: Apa yang membuat tujuan kalian realistis? Bagaimana kalian akan mencapainya?
Realistic: Bagaimana tujuan tersebut sesuai dengan rencana jangka panjang kalian? Apakah memenuhi kriteria penilaian dan persyaratan kursus?
Timely: Apa tenggat waktu akhir kalian? Apa tenggat waktu sementara kalian?
Dalam menerapkan metode ini, kalian perlu mengidentifikasi hasil konkret dengan jangka waktu yang realistis.
(nah/faz)










































