UTBK SNBT 2026 Hari Pertama di Unair: 22 Disabilitas Difasilitasi Ruang Khusus

ADVERTISEMENT

UTBK SNBT 2026 Hari Pertama di Unair: 22 Disabilitas Difasilitasi Ruang Khusus

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Selasa, 21 Apr 2026 18:30 WIB
Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 hari pertama di Unair
Foto: (Dokumentasi Unair)
Jakarta -

Universitas Airlangga (Unair) resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 hari pertama pada Selasa (21/4/2026) ini. Ada total 16.672 peserta yang mengikuti ujian di sana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 peserta merupakan penyandang disabilitas. Mereka terdiri dari 18 penyandang Tuli dan 4 penyandang tunadaksa yang ujiannya dilaksanakan pada sesi kedua hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni (AMA) Unair, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah, MSi, PhD memastikan persiapan UTBK di Unair sudah dilakukan secara matang guna menjaga kenyamanan peserta, terutama bagi mereka yang berjuang di sesi pagi. Pihaknya juga telah menyediakan fasilitas khusus di setiap lokasi ujian.

"Fasilitas khusus dari pihak UTBK Unair yakni seluruh lokasi dilengkapi ruang transit peserta, serta disediakan teh hangat dan snack pagi untuk peserta sesi pagi. Kami juga sudah menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans untuk antisipasi," kata Amin, dikutip dari laman Unair.

ADVERTISEMENT

Unair Siapkan 22 Ruang Ujian

Fasilitas dan ruangan ujian telah disiapkan secara maksimal oleh Universitas Airlangga (UNAIR). Pada pelaksanaan UTBK tahun ini, lokasi ujian tersebar di 10 gedung yang terletak di Kampus B dan Kampus C, dengan total 22 ruangan CBT.

Adapun rincian lokasinya, Kampus B mencakup gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Vokasi (Gedung A dan C). Sementara itu, lokasi di Kampus C berada di Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Gedung Nano, Gedung Nani, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Tak Ada Ruang buat Aksi Perjokian

Amin menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik perjokian. Meski sistem terus diperbarui, pengawasan tetap menjadi prioritas utama.

"Kita tetap berhati-hati dengan hal ini (joki), agar kiranya kasus perjokian ini bisa kita hilangkan," tegas Amin.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga secara fisik. Salah satu yang ia soroti adalah pentingnya mengetahui lokasi ujian lebih awal agar tidak terjadi kendala saat hari pelaksanaan.

Peserta juga diharapkan dapat menjaga kondisi mental dan kesehatan tubuh sebelum memulai ujian. Hal ini termasuk dengan sarapan terlebih dahulu.

"Kami sangat berharap siswa dapat mengetahui lokasi dan mempersiapkan mental. Jangan lupa sarapan, karena itu juga menentukan dalam proses penyelesaian tugas atau ujian yang berlangsung," pungkasnya.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads