Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 resmi dimulai sejak Selasa (21/4/2026) lalu hingga Rabu (30/4/2026) mendatang. Di tengah antusiasme 871.496 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk para peserta disabilitas, aspek inklusivitas kini menjadi sorotan.
Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menjadi Pusat UTBK telah menyiagakan berbagai fasilitas khusus guna menjamin kelancaran ujian bagi peserta disabilitas. Fasilitas tersebut mulai dari penempatan ruang ujian yang mudah diakses hingga layanan pendamping khusus oleh petugas UTBK-SNBT yang sigap membantu.
Berikut detikEdu merangkum deretan kampus yang telah menyediakan fasilitas khusus untuk peserta disabilitas pada pelaksanaan UTBK SNBT 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Peserta disabilitas UTBK SNBT 2026 di UGM Foto: (Dokumentasi UGM) |
Universitas Gadjah Mada (UGM) berupaya penuh memastikan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 berjalan inklusif. Tahun ini, UGM memfasilitasi 15 peserta disabilitas yang mengikuti ujian mulai Selasa (21/4/2026) hingga Senin (27/4/2026).
Kepala Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM, Wuri Handayani, merinci 15 peserta disabilitas itu di antaranya 12 peserta Tuli dan 1 peserta disabilitas fisik.
Institut Teknologi Bandung (ITB)
ITB memberikan fasilitas dan perhatian khusus bagi peserta berkebutuhan khusus. Pada hari pertama pelaksanaan UTBK, panitia memfasilitasi 3 peserta disabilitas yang terdiri dari 2 peserta Tuli dan 1 peserta daksa.
Panitia ITB juga menyediakan pendampingan langsung di lokasi ujian. Para peserta juga diberikan penjelasan mengenai instruksi ujian secara komprehensif sebelum tes dimulai. Fasilitas pendampingan ini disiapkan agar para peserta disabilitas dapat mengikuti seluruh tahapan ujian dengan baik tanpa kendala teknis maupun komunikasi.
"Prinsip utama kami adalah memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami telah menyiapkan personel dan prosedur agar peserta dengan kebutuhan khusus tetap dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof Dr Irwan Meilano, ST, MSc, dikutip laman ITB.
Universitas Diponegoro (Undip)
Peserta disabilitas UTBK SNBT 2026 di Undip Foto: (Dokumentasi Undip) |
Tercatat 6 peserta disabilitas mengikuti UTBK SNBT 2026 di lokasi pusat UTBK UNDIP. Keenam peserta tersebut terdiri dari 3 peserta tunadaksa dan 3 disabilitas tuli. Penempatan peserta difokuskan di Fakultas Hukum yang memiliki infrastruktur lift serta area duduk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas peserta daksa.
"Alhamdulillah, para peserta disabilitas tersebut juga merasa cukup puas dengan fasilitas yang disediakan oleh Undip. Kami telah mempersiapkan dan menyesuaikan fasilitas kami dengan keperluan para peserta disabilitas tersebut secara maksimal," ujar Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan (LP2MP) Undip Prof Dr Paramita Prananingtyas, SH, LLM dilansir dalam laman Undip.
Universitas Airlangga (Unair)
Universitas Airlangga (Unair) memfasilitasi 22 peserta disabilitas yang mengikuti ujian pada Selasa (21/4/2026). Mereka terdiri dari 18 peserta disabilitas tuli dan 4 peserta tunadaksa.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni (AMA) Unair, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah, MSi, PhD, memastikan persiapan UTBK sudah dilakukan matang demi kenyamanan seluruh peserta, termasuk penyediaan fasilitas khusus.
"Fasilitas khusus dari pihak UTBK Unair yakni seluruh lokasi dilengkapi ruang transit peserta, serta disediakan teh hangat dan snack pagi untuk peserta sesi pagi. Kami juga sudah menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans untuk antisipasi," kata Amin, dikutip dari laman Unair.
Universitas Hasanuddin (Unhas)
Peserta disabilitas UTBK SNBT 2026 di Unhas Foto: (Dokumentasi Unhas) |
Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun ini menerima 6 peserta disabilitas untuk mengikuti UTBK SNBT. Keenam peserta disabilitas tersebut terdiri dari 3 peserta disabilitas tuli, 1 peserta tunawicara, dan 2 peserta tunadaksa. Mereka terpantau mengikuti rangkaian ujian pada Selasa (21/4/2026).
Unhas juga menyiapkan fasilitas khusus berupa mobil listrik. Kendaraan ramah lingkungan ini dipakai untuk mengantar para peserta dari Kantor Pusat Disabilitas Unhas langsung menuju lokasi ujian yang berada di Magister Kenotariatan Fakultas Hukum (FH).
"Penyediaan mobil listrik ini merupakan bentuk dukungan nyata agar peserta dapat menjangkau lokasi ujian dengan lebih mudah dan nyaman. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada hambatan mobilitas yang dapat mengganggu kesiapan peserta dalam menghadapi UTBK," ujar Koordinator Divisi Layanan dan Mediasi Pusat Disabilitas Unhas, Andi Nurlela, dikutip dari laman Unhas.
IPB University
IPB University (IPB) memfasilitasi 5 peserta disabilitas yang mengikuti UTBK pada Selasa (21/4/2026). Mereka terdiri dari 2 peserta tunadaksa dan tiga peserta disabilitas tuli. Semuanya peserta disabilitas menjalani UTBK di Sekolah Vokasi IPB.
"Kami ingin memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada seluruh peserta, karena ini sangat menentukan masa depan mereka. Selain itu, kami juga menjaga integritas pelaksanaan, tidak hanya jujur dan transparan, tetapi juga memastikan layanan yang diberikan bersifat humanis dan mampu mengakomodasi kebutuhan peserta," ujar Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet, dikutip laman IPB.
Universitas Jember (Unej)
Yogi Ardiansyah, peserta penyandang disabilitas fisik (kelainan tulang belakang), usai mengikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Jember, Selasa (21/04/2026) (Dok Unej) Foto: Yogi Ardiansyah, peserta penyandang disabilitas fisik (kelainan tulang belakang), usai mengikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Jember, Selasa (21/04/2026) (Dok Unej) |
Ada total 13.311 peserta yang mengikuti ujian di Unej. Dari jumlah itu, sebanyak 3 peserta merupakan penyandang disabilitas. Mereka terdiri dari 2 peserta disabilitas fisik dan 1 peserta tuli.
"Pada UTBK SNBT tahun ini, ada tiga peserta difabel yang nanti akan ujian di gedung LPMPP. Sengaja ditempatkan di gedung tersebut karena LPMPP memiliki pusat Layanan Konseling dan Difabel yang siap membantu peserta difabel," ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik sekaligus Ketua Pusat UTBK Unej, Prof Drs Slamin, MCompSc, PhD, menegaskan komitmen kampus untuk memberikan layanan inklusif dalam gelaran UTBK tahun ini dikutip dari laman Unej.
Universitas Negeri Padang (UNP)
UNP menjadi satu-satunya Pusat UTBK di Sumatera Barat (Sumbar) yang menyediakan fasilitas khusus bagi peserta penyandang disabilitas. Pada pelaksanaan tahun ini, UNP memfasilitasi sebanyak 7 peserta berkebutuhan khusus.
Ketujuh peserta tersebut terdiri dari 4 peserta disabilitas netra dan 3 peserta tuli. Pihak kampus memastikan seluruh peserta mendapatkan hak dan kenyamanan yang setara dalam mengerjakan ujian.
Ketiga peserta tuli difasilitasi untuk mengikuti ujian di Laboratorium Komputer Elektronika 4, yang berlokasi di Gedung Dekanat Fakultas Teknik Lantai 1. Sementara itu, 4 peserta disabilitas netra ditempatkan di ruang khusus yang dirancang untuk menjaga konsentrasi. Selama 195 menit waktu ujian, mereka didukung dengan perangkat bantu mutakhir seperti software pembaca layar, aplikasi khusus, serta headset.
"Nasib mereka, jalan hidup mereka dimulai hari ini. Keberadaan kita harus mampu memberikan pengalaman yang baik, bukan sebaliknya. Jangan sampai ada kelalaian yang membuat usaha lebih dari 18 ribu peserta ini menjadi sia-sia. Ini adalah tugas mulia, dan semoga menjadi awal yang baik bagi masa depan mereka," ujar Rektor UNP, Ir Krismadinata, PhD dilansir dari laman UNP.
Universitas Sumatera Utara (USU)
Tercatat sebanyak 8 peserta disabilitas mengikuti ujian di Pusat UTBK USU. Rinciannya terdiri dari 2 peserta tunanetra, 3 peserta tunadaksa, 2 peserta tunarungu, serta 1 peserta tunawicara. Penempatan ruang ujian bagi mereka telah disesuaikan secara strategis untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas masing-masing.
"Di dalam pelaksanaan UTBK ini ada kebutuhan khusus yang kita fasilitasi, seperti peserta disabilitas, agar mereka punya kesempatan yang sama dengan peserta yang lain. Terdapat 2 peserta tunanetra, 3 peserta tunadaksa, 2 peserta tuna rungu, serta 1 peserta tuna wicara yang mengikuti ujian di lokasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka," terang Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2026 sekaligus Rektor USU, Prof Muryanto Amin dilansir dari laman USU.
Nah, kampus mana lagi nih detikers yang fasilitasi peseerta disabilitas selain di atas? Coba infokan di kolom komentar ya!
Simak Video "Video: Panitia SNPMB Sebut Banyak Anak Rektor Tak Lulus SNBT 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)














































