Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Masih Dibuka hingga 30 Mei, Prodi Kegamaan-Umum Bisa Dipilih

ADVERTISEMENT

Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Masih Dibuka hingga 30 Mei, Prodi Kegamaan-Umum Bisa Dipilih

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 13 Mei 2026 12:30 WIB
Panitia PMB UM-PTKIN 2026 menyatakan pendaftaran masih dibuka hingga 30 Mei mendatang. Ini berbagai program studi yang bisa dipilih.
Panitia PMB UM-PTKIN 2026 menyatakan pendaftaran masih dibuka hingga 30 Mei mendatang. Ini berbagai program studi yang bisa dipilih.F oto: Devita Savitri/BeritaKlik
Jakarta -

Panitia Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (UM-PTKIN) 2026 menegaskan pendaftaran seleksi masih dibuka hingga 30 Mei 2026 mendatang. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman https://um.ptkin.ac.id/ dengan biaya Rp 200 ribu.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof Abd Aziz, menyebut ada 79 jenis program studi (prodi) yang bisa dipilih di UM-PTKIN. Prodi ini tersebar di 58 PTKIN dan 1 PTN.

Tak hanya prodi agama, sosok yang akrab dipanggil Aziz itu menyebut ada berbagai prodi umum yang bisa dipilih peserta. Bahkan, di beberapa PTKIN ada penambahan prodi baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa diikutkan di UM-PTKIN? Prodi baru ini belum memungkinkan atau belum eligible untuk diikutkan di SNBP dan juga SNBT Kemdiktisaintek," tuturnya dalam acara Konferensi Pers Pendaftaran UM-PTKIN 2026 di The Grand Platinum Hotel Jakarta, Rabu (13/8/2026).

Prodi Umum di PTKIN

Melengkapi Aziz, Bendahara Forum Pimpinan PTKN Prof Martin Kustati menambahkan, prodi umum di PTKIN akan membekali mahasiswa dengan ilmu umum dan keagamaan. Bahkan, para mahasiswa juga akan mendapatkan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan budaya umum.

ADVERTISEMENT

"Artinya, di antara revelation (keagamaan), knowledge (ilmu umum), dan culture (budaya). Inilah yang menjadi kelebihan dari alumni-alumni di PTKIN," jelas Martin.

Berbagai prodi umum yang bisa dipilih calon peserta termasuk aktuaria, kedokteran, kesehatan masyarakat, psikologi umum, hingga hukum. Dengan begitu, lulusan PTKIN tidak hanya menjadi pendakwah, tapi juga ada yang bekerja di pengusaha, diplomat, politisi, dokter, dan berbagai profesi lainnya.

Selaras dengan Martin, Bendahara Panitia Nasional PMB PTKIN, Rosihon Anwar menyatakan PTKIN khususnya UIN, memiliki prinsip interkoneksi keilmuan. Artinya, kurikulum PTKIN memungkinkan mahasiswa punya dua kompetensi pada saat yang sama.

Rosihon membeberkan, UIN masa kini juga telah bertransformasi dan memiliki berbagai fakultas umum. Contohnya, Fakultas Sains dan Teknologi, yang di dalamnya ada prodi teknik elektro, fisika murni, biologi murni, dan lainnya.

"Ada juga fakultas sains dan psikologi, juga ada fakultas kedokteran, kesehatan dan kesejahteraan, dan fakultas-fakultas lain, karena UIN itu punya mandat untuk mengkaji prodi umum," paparnya.

Rosihon menambahkan, saat ini PTKIN sedang menempatkan diri untuk mendapatkan rekomendasi internasional. Ia menyebut banyak prodi di PTKIN juga sudah mendapatkan akreditasi dan sertifikasi internasional.

"Banyak sekali beberapa kampus yang sudah memiliki sertifikat," tandasnya.




(det/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads