Pemkot Bandung akan mengirimkan 100 ton sampat setiap hari ke Bekasi. Hal itu dilakukan karena Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol melarang penggunaan insinerator mini di Kota Bandung. Kebijakan itu menuai sorotan dari Pakar pengelolaan sampah dari Universitas Islam Bandung (Unisba) Mohamad Satori.
Satori mngatakan, dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung, mengolah sampah sejak dari sumber penting dilakukan. Satori yang merupakan Ketua Forum Bank Sampah Jabar, menyoroti Program Kang Pisman diera Wali Kota Bandung Muhammad Farhan gaungnya tidak seperti di era mendiang Wali Kota Bandung Oded M Danial atau Mang Oded.
"Kota Bandung punya potensi sejak dulu (dalam pengolahan sampah sejak dari sumber), sejak zaman Mang Oded Program Kang Pisman, itu tenggelam (di era Wali Kota Muhammad Farhan), kalah dengan insineratorisasai," kata Satori kepada detikJabar, Selasa (20/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satori mengungkapkan, seperti yang dirasakan olehnya sebagai pegiat bank sampah, beda dengan era Mang Oded perhatian Pemkot Bandung terhadap para pengelola bank sampah di Kota Bandung tidak begitu maksimal.
"Masyarakat konsisten, penggiat konsisten, saya juga urusin sampah meski saya dosen dan dekan, tapi seolah-olah berjalan sendiri, harusnya ini jadi bagian tugas pemerintah," ungkapnya.
Satori menilai, warga Bekasi tidak akan serta merta terima kiriman sampah dari Kota Bandung jika sampah di Bekasi sendiri tidak tertangani dengan baik.
"Tidak semudah itu, dan bisa jadi masyarakat Bekasi juga bisa bertanya sampahnya belum selesai muncul dari daerah lain," tuturnya.
Satori berpesan kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan jika program Kang Pisman peninggalan Mang Oded harus diteruskan, digenjot dan diperhatikan. Ia beranggapan bank sampah di Kota Bandung sudah banyak tinggal Pemkot Bandung yang intens merawatnya.
"Harusnya Program Kang Pisman di angkat terus, jangan memperlihatkan kepanikan, itu kan bentuk kepanikan karena sampai dikontrol Menteri LH, bayangkan kalau tidak di kontol. Program Kang Pisman dimaksimalkan dan ditingkatkan kapasitasnya, sangat disayangkan kalau tidak diperhatikan, ini perlu ada kesinambungan antara pimpinan sebelumnya dan sekarang penting," terangnya.
"Jangan bawa egoisme perpolitikan ke persampahan jadi tidak nyambung, jangan sampai program yang sudah bagus jadi tidak jalan," pungkas Satori.
(wip/yum)
