Siswa Disabilitas di Bandung Putus Sekolah Diduga Jadi Korban Bullying

Siswa Disabilitas di Bandung Putus Sekolah Diduga Jadi Korban Bullying

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 20 Jan 2026 13:55 WIB
Boy showing STOP gesture with his hand. Concept of domestic violence and child abuse. Copy space
Ilustrasi bullying (Foto: Getty Images/iStockphoto/gan chaonan).
Bandung -

Kabar kurang mengenakkan kembali menimpa dunia pendidikan di Kota Bandung. Seorang siswa SMP disabilitas dikabarkan menjadi korban perundungan (bullying) hingga membuatnya putus sekolah.

Kabar itu pertama kali dibagikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Saat melakukan agenda siskamling beberapa waktu lalu, Farhan berbincang dengan seorang anak difabel yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) didampingi orang tuanya.

"Setiap anak berhak merasa aman di sekolah. Tak ada ruang untuk bullying, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya semaksimal mungkin," tulis Farhan dalam keterangan unggahannya, dikutip detikJabar, Selasa (20/1/2026).

Penjelasan Dinas Pendidikan

Setelah unggahan Farhan menjadi sorotan, Dinas Pendidikan (Disdik) pun buka suara. Kadisdik Kota Bandung, Asep Gufron, mengatakan kejadian yang menimpa anak tersebut berlangsung beberapa bulan lalu.

Sebelum kejadian, pihak sekolah telah memantau siswa kelas VII tersebut. Bahkan, sekolah sudah menyarankan orang tua agar memindahkan sang anak ke Sekolah Luar Biasa (SLB).

"Anak itu sudah diasesmen oleh tim psikologi sekolah maupun dinas. Hasil pemeriksaan psikologis menyarankan agar anak ini disekolahkan di sekolah berkebutuhan khusus," kata Asep Gufron.

"Dua kakaknya juga bersekolah di SLB. Namun, anak yang ini masuk ke SMP umum," ucapnya menambahkan.

Berdasarkan laporan yang diterima, Asep menyebut ada dugaan kesalahpahaman. Menurutnya, rekan-rekan siswa tersebut diduga hanya bercanda.

"Bicaranya kan terbata-bata, ya bisa saja anak-anak lain bercanda (hereuy), lalu dia tersinggung. Tapi kami pastikan anak ini terus diasesmen untuk menjamin hak pendidikannya tetap terlayani," tegasnya.

Tak hanya itu, Asep menyatakan pihak sekolah terus menjalin komunikasi dengan orang tua siswa. Sekolah masih membujuk agar anak tersebut mau melanjutkan pendidikan, baik di SMP, SLB, maupun program paket kesetaraan.

"Saat ini sekolah terus membujuk anak itu agar mau kembali belajar, atau kami fasilitasi untuk masuk ke sekolah berkebutuhan khusus," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Viral Siswa SD di Probolinggo Jadi Korban Bullying, Polisi Selidiki"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads