Detik-detik Longsor Menyapu 30 Rumah di Cisarua Bandung Barat

Detik-detik Longsor Menyapu 30 Rumah di Cisarua Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikJabar
Sabtu, 24 Jan 2026 13:04 WIB
Longsor terjang kampung di Cisarua Kabupaten Bandung Barat
Longsor terjang kampung di Cisarua Kabupaten Bandung Barat (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Sabtu (24/1/2026) pukul 03.00 WIB, hujan masih mengguyur Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Daerah dataran tinggi itu tentunya punya suhu lebih dingin. Orang-orang terlelap di balik selimut. Sudah dua hari belakangan, cuaca kurang bersahabat. Matahari sama sekali tak muncul, kalah oleh pekatnya awan gelap pengundang hujan.

Seketika mimpi buruk menjadi kenyataan. Suara gemuruh mengiringi sapuan longsor dari bukit kaki Gunung Burangrang meratakan rumah-rumah tempat raga warga Cisarua rehat dari penat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Material longsor bukan tanah biasa, tetapi bercampur air menjadikannya lumpur. Kedalamannya cukup untuk membuat tubuh-tubuh tertimbun tanpa sempat bergeliat menyelamatkan diri sama sekali.

"Kebetulan kalau rumah saya aman, cuma pas kejadian saya lagi bangun jadi mendengar ada gemuruh, terus tanah itu bergetar seperti gempa," kata Deni, warga setempat yang selamat dari longsor, Sabtu (24/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ia lalu melongok ke luar rumah, namun matanya tak bisa mendapati apa-apa. Suasana gelap gulita, penghuni rumah lain beringsut keluar mencari perlindungan khawatir ada longsor susulan. Termasuk Deni, yang langsung menyelamatkan nyawa anak dan istrinya.

"Langsung saya menyelamatkan diri, yang penting anak istri langsung selamat. Ya khawatir sekarang juga, takutnya ada longsor susulan," kata Deni.

Saat hari menjelang pagi dan suasana lebih terang, matanya terbelalak melihat deretan rumah-rumah tetangganya tak lagi berdiri. Semuanya rata dengan tanah. Sejauh mata memandang, hanya warna coklat muda dari material longsor yang membentang lebih dari 2 kilometer.

"Di sini ada rumah-rumah, termasuk rumah saudara saya. Sekarang saya lagi nunggu kabar dari saudara saya, tadi sudah laporan ke desa," kata Deni.

Hal senada dialami Gun Gun Gunawan. Ia menjadi saksi betapa dahsyatnya longsor yang meratakan rumah-rumah di kampung tepatnya tinggal. Saat kejadian, kebetulan ia belum terpejam.

"Saya belum tidur waktu itu, kemudian dengar suara gemuruh juga. Cuma waktu itu saya enggak langsung cek keluar, karena kondisi mati lampu," kata Gun Gun.

Rumah warga di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terdampak longsor, Sabtu (24/1/2026).Rumah warga di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terdampak longsor, Sabtu (24/1/2026). Foto: Whisnu Pradana/detikJabar

Beberapa menit berselang, barulah ia membangunkan anak dan istrinya yang sedang terlelap dibelai angin dingin Cisarua. Hujan gemericik masih membasahi tanah, namun tak jadi soal buat Gun Gun asal keluarganya selamat.

"Saya enggak ngecek dulu longsornya, karena saya pikir gempa karena kan tanahnya bergetar. Dari situ saya langsung bawa anak istri ke tempat aman. Sekarang rumah ditinggal dulu, enggak berani pulang karena takut ada longsor lagi," ujar Gun Gun.

Banyak warga yang mendatangi kantor desa menanyakan keberadaan anggota keluarga mereka. Saat ini, petugas sudah mencatat nama-nama warga yang menghuni 30 rumah tersapu longsor.

"Kita pusatkan posko penanganan di kantor desa, kemudian saat ini untuk data juga masih terus bertambah. Yang terbaru itu total warga terdampak ada 113, 8 warga ditemukan meninggal, 23 orang, sisanya masih dicari," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.

Halaman 2 dari 2
(yum/yum)

Sorot Jabar

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikjabar

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads