Dedi Mulyadi Janjikan Relokasi dan Santunan Korban Longsor di KBB

Kabupaten Bandung Barat

Dedi Mulyadi Janjikan Relokasi dan Santunan Korban Longsor di KBB

Whisnu Pradana - detikJabar
Sabtu, 24 Jan 2026 17:48 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan bersama pihak desa setempat hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak bencana tanah longsor dengan rincian 23 orang selamat, delapan orang ditemukan meninggal dunia dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz
Evakuasi korban bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). (Foto: ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)
Bandung Barat -

Pengungsi di posko Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak riuh menyambut kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

KDM datang ke posko untuk menyapa pengungsi terdampak longsor yang menerjang pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Akibat bencana tersebut, 8 orang dinyatakan tewas, 23 orang selamat, dan 82 orang lainnya masih dalam pencarian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dalam posko, KDM sempat berbincang dengan warga mengenai kronologi mereka menyelamatkan diri. Hal ini dilakukan mengingat sebagian warga Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

Di hadapan para pengungsi, KDM menjanjikan relokasi bagi warga yang rumahnya hancur disapu longsor. Selain itu, ia akan memberikan santunan uang tunai sebesar Rp25 juta bagi setiap keluarga korban yang meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

"Warga di sini akan direlokasi, jangan tinggal di sini lagi. Kemudian bantuan nanti untuk setiap KK yang anggota keluarganya meninggal dunia, kita siapkan Rp25 juta," kata Dedi Mulyadi, Sabtu (24/1/2026).

KDM juga memantau langsung proses evakuasi korban. Menurutnya, upaya pencarian terkendala cuaca dan kondisi medan yang sulit dijangkau, mengingat material longsor yang sangat tebal serta cakupan area yang luas.

"Evakuasi mengalami kesulitan karena tanahnya bertumpuk sehingga ada potensi korban tertimbun jauh di dalam tanah, makanya harus hati-hati," ujar Dedi.

Di sisi lain, pemerintah akan melakukan penghijauan di lokasi longsor. Opsi reboisasi di lokasi bekas longsor akan dilakukan untuk menata ulang lahan yang sebelumnya memang sudah dalam kondisi kritis.

"Karena potensi longsor susulan sangat tinggi dan kondisi permukiman di sekitar sini sudah sangat mengkhawatirkan. Jadi jangan tinggal di sini lagi nanti," pungkas Dedi.

(iqk/iqk)

Sorot Jabar

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikjabar

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads